NANNING, 30 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Guangxi Minzu University (GXMZU), Tiongkok, di kampus GXMZU, Nanning, Daerah Otonom Guangxi, Jumat (30/10/2026). Kesepakatan itu langsung diikuti kuliah tamu oleh tiga akademisi UM Pontianak bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia GXMZU.
Delegasi UM Pontianak dipimpin Rektor UM Pontianak, Dr. Heriansyah, S.H.I., S.H., M.Pd., bersama Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI), Ufi Ruhama, M.Pd., B.I., dan Ketua Pusat Bahasa, Ryani Yulian, M.Pd. Rombongan diterima Presiden GXMZU, Prof. Dr. Wei Shizhen, beserta jajaran pimpinan universitas. MoU tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik.
Prof. Wei menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi UM Pontianak. Menurutnya, peluang kerja sama kedua kampus tidak terbatas pada ranah akademik. “Kami sangat menghargai kedatangan Bapak Rektor dan rombongan. Ada banyak bidang kerja sama yang dapat kita kembangkan bersama, di antaranya yang berkaitan dengan dunia industri, perusahaan, permesinan, hingga otomotif,” ujarnya.
Dr. Heriansyah menyampaikan terima kasih atas sambutan GXMZU. “Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden GXMZU beserta jajaran. Kerja sama ini kami pandang sebagai langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi UM Pontianak,” tuturnya.
Ufi Ruhama menjelaskan, penandatanganan ini merupakan tindak lanjut pertemuan daring yang difasilitasi Prof. Yang beberapa bulan sebelumnya. “Dari pertemuan virtual itu, komunikasi terus terjalin hingga akhirnya kami dapat hadir langsung di Nanning. MoU ini pun tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung kami rangkaikan dengan implementasi berupa kuliah tamu,” katanya.
Kuliah tamu bertema Linguistic and Cultural Diversity in Pontianak Society berlangsung pukul 09.30–10.30 waktu setempat. Dr. Heriansyah, Ufi Ruhama, dan Ryani Yulian mengulas keragaman bahasa dan budaya masyarakat Pontianak yang tumbuh dari perjumpaan berbagai etnis. Sesi dilanjutkan dengan diskusi bersama mahasiswa tentang kehidupan sosial-budaya di Kalimantan Barat.
Ryani Yulian menyebut kuliah tamu ini sebagai bagian dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). “Kegiatan ini selaras dengan misi BIPA untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Kami berharap mahasiswa GXMZU semakin mengenal Indonesia, khususnya Pontianak, secara lebih dekat,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari rangkaian agenda delegasi UM Pontianak di Nanning. Dalam rangkaian yang sama, delegasi juga mengunjungi Guangxi Arts University untuk menjajaki kerja sama tridarma perguruan tinggi.
Kedua kampus akan menindaklanjuti MoU melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta kerja sama yang terhubung dengan dunia industri.