NANNING, 29 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) menjajaki kerja sama dengan Guangxi Arts University (GXAU), Tiongkok, melalui kunjungan ke kampus GXAU di Nanning, Daerah Otonom Guangxi, Kamis (29/10/2026). Rombongan dipimpin Rektor UM Pontianak, Dr. Heriansyah, S.H.I., S.H., M.Pd., bersama Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI), Ufi Ruhama', M.Pd., B.I., dan Ketua Pusat Bahasa, Ryani Yulian, M.Pd.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi seni, GXAU dipandang sebagai mitra yang dapat memperkaya pengembangan akademik UM Pontianak, khususnya di bidang seni dan budaya.
Rombongan diterima Wakil Rektor GXAU beserta jajaran pimpinan kampus. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak memperkenalkan profil institusi masing-masing dan memetakan bidang-bidang yang berpeluang dikembangkan bersama.
Dr. Heriansyah menyampaikan bahwa kolaborasi dengan GXAU diarahkan pada tiga pilar tridarma perguruan tinggi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terwujud dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan kekuatan GXAU di bidang seni, banyak hal yang bisa kita pelajari dan kembangkan bersama.”
— Dr. Heriansyah, Rektor UM Pontianak
Ia juga berterima kasih atas sambutan pihak GXAU. Menurutnya, pertemuan ini membuka ruang dialog yang baik untuk ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret.
Rektor menilai kerja sama dengan GXAU relevan dengan sejumlah program studi di UM Pontianak. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kolaborasi ini sejalan dengan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) yang erat kaitannya dengan seni sebagai media pembelajaran anak. Peluang kerja sama juga terbuka bagi Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknik Informatika, terutama dalam pengembangan seni digital dan teknologi kreatif.
Sementara itu, Ufi Ruhama' mengaku terkesan dengan lingkungan kampus GXAU yang luas dan tertata. Salah satu yang paling menarik perhatian rombongan adalah museum seni milik kampus tersebut.
“Di dalam museum seninya terdapat banyak alat musik yang berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan budaya kedua bangsa,” tutur Ufi.
Ia menambahkan, GXAU juga memiliki dosen asal Indonesia yang mengajar seni di kampus tersebut. “Ada dosen dari Bandung yang mengajar di kampus ini. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Kedua pihak membuka peluang untuk melanjutkan penjajakan ini ke tahap penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Dalam rangkaian kunjungan yang sama ke Nanning, UM Pontianak juga menandatangani MoU dengan Guangxi Minzu University.