Pembekalan Alumni 2026, Perkuat Kesiapan Karier dan Jiwa Kewirausahaan Lulusan UM Pontianak

PONTIANAK – Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) melalui Pusat Karir Mahasiswa dan Alumni (PPKMA) menyelenggarakan Pembekalan Alumni (Lulusan) Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 3 UM Pontianak, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini bertujuan memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan.

Mengusung tema “Empowering Future Leaders”, kegiatan ini diarahkan untuk menginspirasi alumni menjadi profesional yang adaptif, kompetitif, berdampak, dan berdaya saing global. Pembekalan menghadirkan tiga narasumber yang membahas strategi menghadapi perubahan dunia kerja, informasi ketenagakerjaan di Kalimantan Barat, serta peluang membangun usaha secara kreatif dan adaptif.

Dalam laporan kegiatan, Ketua PPKMA UM Pontianak, Dr. Gandha Sunaryo Putra, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa pembekalan alumni merupakan agenda yang diselenggarakan secara berkelanjutan untuk membantu lulusan memperoleh informasi dan wawasan mengenai peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting karena tidak seluruh lulusan telah memiliki pengalaman kerja atau tempat bekerja setelah menyelesaikan studi. Melalui pembekalan ini, alumni diharapkan memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pilihan karier dan langkah yang dapat ditempuh untuk memasuki dunia profesional.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Al Islam Kemuhammadiyahan UM Pontianak, Fuazen, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa dinyatakan lulus dan memperoleh gelar akademik.

“Kita tidak hanya sekadar mencetak atau menjadikan para lulusan ... bukan hanya sekadar kita menjadikan atau meluluskan sarjana, tapi kita juga punya tanggung jawab setelah itu, ke mana para lulusan ini akan berkarier, ke mana lulusan ini akan berkarya.”

Fuazen menjelaskan bahwa keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam pengembangan pendidikan menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kegiatan pembekalan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi memberikan wawasan nyata mengenai tantangan yang akan dihadapi alumni.

Penguatan Kompetensi Menghadapi Era Society 5.0

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Arifin Rahmanto, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Asosiasi Pusat Karir Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (APSKAR PTMA) sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta.

Dalam materi bertajuk “Tantangan, Peluang dan Strategi Dunia Kerja di Era Digitalisasi 5.0”, Arifin menguraikan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja seiring perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Ia menjelaskan sejumlah kesenjangan yang kerap dihadapi lulusan ketika memasuki dunia industri, mulai dari keterampilan, pengalaman, kemampuan digital, komunikasi, adaptabilitas, hingga profesionalisme.

Arifin menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan melalui reskilling dan upskilling, penguatan keterampilan nonteknis, serta penyusunan portofolio yang menunjukkan pengalaman dan hasil kerja nyata.

“Portofolio itu sangat berarti, sangat penting bagi kita. Selama kita kuliah, kumpulkan sertifikat.”

Selain membahas strategi melamar pekerjaan, ia turut menyoroti pentingnya personal branding profesional dan etika kerja yang berlandaskan nilai Muhammadiyah, seperti amanah, kejujuran, ihsan, dan kebermanfaatan.

Melalui pendekatan tersebut, lulusan didorong tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi, integritas, dan kontribusi nyata di lingkungan kerja.

Memahami Peluang dan Tantangan Pasar Kerja Kalimantan Barat

Sesi kedua menghadirkan Fatmawati, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam materi “Edukasi Ketenagakerjaan: Informasi Lowongan Pekerjaan di Kalimantan Barat”, Fatmawati memaparkan kondisi pasar kerja berdasarkan data ketenagakerjaan serta berbagai peluang dan layanan penempatan tenaga kerja yang dapat dimanfaatkan lulusan perguruan tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dipaparkannya, tingkat pengangguran terbuka Kalimantan Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,57 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan kompetensi dan strategi pencarian kerja di tengah persaingan pasar tenaga kerja.

Fatmawati juga memperkenalkan layanan ketenagakerjaan pemerintah, antara lain SIAPkerja, Karirhub, serta Program Magang Nasional melalui MagangHub. Program-program tersebut menjadi salah satu alternatif bagi lulusan baru untuk memperoleh informasi lowongan, pengalaman kerja, dan pengembangan kompetensi.

“Kalau bisa mulai buat akun SIAPkerja. Ini syaratnya, buat akun, masuk ke portal, lengkapi profil, pilih lowongan pekerjaan.”

Ia turut mengingatkan peserta agar berhati-hati terhadap lowongan kerja palsu dan tawaran pekerjaan yang tidak melalui prosedur resmi. Alumni dianjurkan memeriksa legalitas perusahaan, menggunakan kanal informasi terpercaya, dan berkonsultasi dengan instansi ketenagakerjaan apabila menemukan tawaran pekerjaan yang mencurigakan.

Mendorong Alumni Menjadi Pencipta Peluang Usaha

Materi ketiga disampaikan oleh Riszky Ramadhan, S.Psi., M.A., pemilik usaha Bujang Kurir sekaligus dosen UM Pontianak, melalui topik “Akselerasi Bisnis Alumni: Membangun DNA Pengusaha Muda yang Kreatif dan Adaptif”.

Berangkat dari pengalamannya mengembangkan Bujang Kurir, Riszky mengajak alumni melihat tantangan dunia kerja sebagai peluang untuk menciptakan usaha dan memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, lulusan perlu memiliki kreativitas, ketahanan menghadapi kegagalan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membuka peluang ekonomi baru.

“Jadi sebenarnya teman-teman bisa memanfaatkan gig economy-nya dalam konteks membuka lapangan pekerjaan karena lama menunggu panggilan pekerjaan.”

Ia mencontohkan bagaimana kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar dapat menjadi titik awal pengembangan usaha. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan kepekaan terhadap persoalan lokal, alumni berpeluang membangun usaha tanpa harus menunggu kesempatan bekerja di perusahaan.

Riszky juga menekankan pentingnya konsistensi, kemampuan mengevaluasi kegagalan, dan kesediaan menyesuaikan strategi ketika menghadapi perubahan. Semangat kewirausahaan tersebut tidak terbatas pada pilihan menjadi pemilik usaha, tetapi juga dapat diterapkan dalam dunia profesional melalui sikap proaktif dan kemampuan menciptakan nilai.

Memperkuat Kesiapan Karier dan Jejaring Alumni

Melalui tiga sesi pembekalan tersebut, alumni UM Pontianak memperoleh pemahaman yang saling melengkapi, mulai dari penguatan kompetensi profesional, pengenalan peluang ketenagakerjaan, hingga pengembangan kewirausahaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PPKMA dalam membangun hubungan berkelanjutan antara universitas dan para lulusannya. Selain mempersiapkan alumni memasuki dunia kerja, penguatan jejaring alumni diharapkan dapat membuka ruang berbagi pengalaman, informasi karier, dan peluang kolaborasi.

Dengan pembekalan tersebut, UM Pontianak terus mendorong lulusannya untuk mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan mengambil peran aktif dalam dunia profesional maupun kewirausahaan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tagar & Topik Terkait:
#PembekalanAlumni#KesiapanKarier#DuniaKerja#Kewirausahaan#PPKMA
Galeri Dokumentasi

Galeri Foto & Video Terkait

Klik pada foto untuk memperbesar atau pada video untuk memutar langsung.

Bagikan Berita Ini Tautan singkat: https://umptk.id/alumni2026
WhatsApp Facebook
Kembali ke Semua Berita Kemahasiswaan • 26 Oktober 2026