Sengkubang Tangguh: Kolaborasi Sosial Membangun Daerah Rawan Bencana – UM Pontianak Berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura

Sebagai bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Universitas Muhammadiyah Pontianak berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura melalui kegiatan bertajuk “Sengkubang Tangguh: Kolaborasi Sosial Membangun Daerah Rawan Bencana Melalui Transformasi Kesehatan dan Peningkatan Olahan Laut Daerah Pesisir.”

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat — sebuah wilayah pesisir dengan potensi besar namun termasuk dalam kategori daerah rawan bencana. Melalui program Kosa Bangsa, tim dari UM Pontianak yang diketuai oleh Selviana, SKM., MPH, dengan anggota Dr. Linda Suwarni, M.Kes dan Eko Sarwono, ST., MT, berkolaborasi bersama tim pendamping dari Universitas Tanjungpura yang diketuai oleh Dr. Eng. Ferry Hadary, M.Eng beranggotakan Ivan Sujana, ST., MT dan Dr. Ir. Yopa Eka Prawatya, S.T., M.Eng., IPM.

Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) dan PKK Desa Sengkubang. Sebelumnya, masyarakat setempat belum pernah mendapatkan pelatihan atau pendampingan dalam mengembangkan potensi daerah. Selain itu, mereka juga menghadapi berbagai permasalahan seperti kesulitan air bersih, kasus stunting, kekerasan terhadap anak, serta isu kesehatan lainnya.

Bersama kelompok PEKKA, tim memberikan pelatihan produksi minyak kelapa dan VCO melalui introduksi IPTEK, pelatihan kewirausahaan, pengemasan produk, pemasaran digital, serta penerapan teknologi tepat guna. Hasilnya, kelompok ini mampu menghasilkan produk lokal yang higienis, bernilai jual tinggi, dan siap dipasarkan secara digital.

Sementara itu, bersama PKK Desa Sengkubang, kegiatan difokuskan pada bidang kesehatan dan lingkungan. Program yang dijalankan meliputi pelatihan pencegahan stunting, pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal, pemanfaatan lahan dengan sistem aquaponik, penerapan PHBS di pesantren, serta teknologi filtrasi air gambut. Selain itu, kader PKK juga mendapatkan pelatihan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak serta penggunaan aplikasi pemantauan tumbuh kembang balita.

Alfian Hamim, Kepala Desa Sengkubang, menyampaikan, “Tentunya program pengabdian Kosa Bangsa ini sangat bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kami.”

Zaleha, Ketua PEKKA Desa Sengkubang, menambahkan, “Kami banyak mendapat pelatihan dan bantuan alat, di antaranya mesin pemarut kelapa, mesin perajang, mesin pemeras, botol kemasan, dan merek, serta masih banyak lagi.”

Qurtuba, Ketua PKK Desa Sengkubang, juga menyampaikan, “Kami diberikan ilmu melalui pelatihan peningkatan kapasitas PKK dan kader dalam pencegahan stunting, pencegahan kekerasan seksual, penggunaan filtrasi air gambut, aquaponik skala besar, aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak, dan peralatan antropometri.”

Kegiatan PKM kolaboratif ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun kemandirian masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas universitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah rawan bencana.

Selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat disaksikan melalui video dokumentasi berikut: Tonton video Sengkubang Tangguh di YouTube

Tagar & Topik Terkait:
#um-pontianak#universitas-muhammadiyah-pontianak#fikes#pkm#kosa-bangsa#sengkubang-tangguh#kerjasama#universitas-tanjungpura#stunting#filtrasi-air-gambut#aquaponik#pkk#pekka#masyarakat-pesisir
Galeri Dokumentasi

Galeri Foto & Video Terkait

Klik pada foto untuk memperbesar atau pada video untuk memutar langsung.