Seminar Nasional One Health Bahas Program Makanan Bergizi Gratis, UM Pontianak–Bank Indonesia Dorong Pendekatan Terpadu

Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Dari Dapur hingga Penerima Manfaat: Pendekatan One Health dalam Program Makanan Bergizi Gratis”, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di Aula Bank Indonesia Kalimantan Barat serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Seminar nasional ini menjadi forum strategis untuk membahas implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara komprehensif melalui pendekatan One Health. Pendekatan ini menekankan keterpaduan aspek gizi dan pangan, kesehatan lingkungan, epidemiologi kesehatan manusia, serta dampak ekonomi daerah, sehingga program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga menjamin keamanan, mutu, dan keberlanjutan program.

Dedi Alamsyah, S.KM., M.Kes. (Epid)

Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UM Pontianak, Dedi Alamsyah, S.KM., M.Kes. (Epid). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pendekatan One Health menjadi landasan penting dalam memperkuat pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas disiplin.

Rektor UM Pontianak, Heriansyah, S.H., S.H.I., M.Pd.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor UM Pontianak, Heriansyah, S.H., S.H.I., M.Pd.. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan nasional melalui penguatan kajian akademik, riset, serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program-program prioritas pemerintah.

dr. Erna Yulianti

Kegiatan kemudian menghadirkan keynote speaker Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa persoalan gizi merupakan isu lintas siklus kehidupan dan lintas generasi, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup aspek kesehatan manusia, keamanan pangan, dan lingkungan.

Ketua Panitia, Andri Dwi Hernawan, menjelaskan bahwa penguatan Program MBG perlu dilihat secara menyeluruh dan lintas sektor. Menurutnya, aspek gizi, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi saling berkaitan dan harus dikelola secara terintegrasi agar program berjalan aman dan berkelanjutan.

Image title

Setelah sesi keynote, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai penanda komitmen kolaboratif para pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Program MBG.

Image title

Kegiatan kemudian berlanjut ke diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang kebijakan, akademik, dan implementasi lapangan.

Prof. Dr. Indasah, Ir., M.Kes.

Sementara itu, Prof. Dr. Indasah, Ir., M.Kes. menyoroti peran kesehatan lingkungan, khususnya sanitasi dapur, kualitas air bersih, dan pengelolaan limbah, sebagai pilar fundamental keberhasilan Program Makanan Bergizi Gratis.

Prof. Dr. Malik Saepudin, S.KM., M.Kes.

Prof. Dr. Malik Saepudin, S.KM., M.Kes. menekankan pentingnya surveilans epidemiologi untuk memastikan mutu layanan, mendeteksi risiko kesehatan sejak dini, serta mengukur dampak Program MBG secara berkelanjutan.

Doni Septadijaya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, memaparkan bahwa Program MBG memiliki dampak ganda, tidak hanya pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas UMKM pangan, serta penguatan rantai pasok komoditas lokal.

Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si.

Dari perspektif akademik, Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. menegaskan bahwa Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang harus ditopang oleh pemenuhan standar gizi dan pengawasan keamanan pangan secara ketat.

Agus Kurniawi, S.Pd.

Koordinator Regional MBG Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, S.Pd., menjelaskan capaian pelaksanaan Program MBG di Kalimantan Barat yang telah menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat di berbagai kabupaten dan kota, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang interaktif antara peserta dan para narasumber untuk memperdalam pemahaman terkait tantangan serta peluang implementasi Program MBG di daerah.

Kegiatan Seminar Nasional ditutup secara resmi dengan penegasan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Program MBG berbasis pendekatan One Health.

Tagar & Topik Terkait:
#um#pontianak#universitas#muhammadiyah#bank#indonesia#seminar#nasional#one#health#program#makanan#bergizi#gratis#mbg#kesehatan#masyarakat#ekonomi#daerah
Galeri Dokumentasi

Galeri Foto & Video Terkait

Klik pada foto untuk memperbesar atau pada video untuk memutar langsung.