Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak melaksanakan pengabdian pada Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang berasal dari siswa SMA dan SMK Muhammadiyah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu, 23 September 2023. Kegiatan ini mengangkat judul “Pemberdayaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Untuk Mencegah Infeksi Menular Seksual Pada Remaja Muhammadiyah Di Kabupaten Sintangâ€.
Eka Hariani, SKM, M.KM selalu ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk dilaksanakan, karena Kabupaten Sintang jumlah kasus IMS (Infeksi menular seksual) mengalami peningkatan pada tahun 2022 dimana jumlah kasusnya mencapai 47 kasus, dimana jumlah kasus IMS yang terjadi pada remaja sebanyak 19 kasus.
Eka mengatakan bahwa IMS merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang selalu ada kasusnya setiap tahun. Indonesia merupakan Negara urutan ke-lima paling beresiko IMS di Asia dimana kasus IMS yang ditangani pada tahun 2018 sebanyak 140.803 kasus. Tidak ada satupun provinsi di Indonesia yang bebas dari kasus ini. Infeksi menular seksual (IMS) sendiri merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal, anal dan oral. Jenis IMS paling banyak terjadi pada penyakit sifilis dan gonore
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini antara lain ceramah dan diskusi. Materi pelatihan yang diberikan diantaranya adalah tentang apa itu Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Tujuannya, Manfaatnya, Tekhnis bagaimana remaja bisa memanfaatkan konseling dan bagaimana program ini bisa mencegah remaja dari penyakit menular seksual. Materi yang kedua, disampaikan mengenai Apa itu Penyakit Menular Seksual, Jenis-jenisnya, Prevalensi Kasus Infeksi Menular Seksual di Kabupaten Sintang, dan Bagaimana cara mencegahnya. Dari keseluruhan materi yang disampaikan antusiasme sangat tinggi terlihat banyaknya pertanyaan dari para peserta.
Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Syifa, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, yang sudah melaksanakan kegiatan penyuluhan terhadap permasalahan IMS kepada Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Syifa berharap, agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin untuk bisa memberikan pengetahuan kepada para pelajar Muhammadiyah tentang bagaimana cara menanggulangi dan mencegah IMS.