Capacity Building FIKES UM Pontianak Pebli hardi / 17-Feb-2017 13:02:41

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UM Pontianak beberapa saat yang lalu mengadakan peningkatan Kapasitas (capacity building) bagi staf dan seluruh dosen di Wisata Nusantara Kabupaten Mempawah. Sedikit berbicara teori bahwa keberadaan suatu organisasi sangat didukung adanya tiga pilar utama agar dapat berjalan dengan baik. Tiga pilar itu terdiri dari keberadaan SDM yang baik, sistem penataan organisasi yang baik, serta proses yang biasanya dianggap sebagai target capaian organisasi dalam visi-misi. Tentunya, aspek SDM baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dapat dilihat dari sisi knowledge, skill, dan attitude. Dari sini tentu dapat difahami bahwa capacity building adalah proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan serta sikap dan perilaku.

Hal ini perlu disadari bahwa berkembang apa tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi adanya kepedulian dan kualitas SDM dalam mengerakan roda organisasi. Dengan demikian proses capacity building dan pembangunan karakter (caracter building) SDM menjadi hal yang mutlak dilakukan. Proses ini tentu dapat dilakukan dengan beragam cara baik melalui pendidikan formal mapun informal serta pelatihan tertunya berbasis komptensi. Oleh karenanya, pengembangan kapasitas sangat terkait dengan kemampuan SDM, kemampuan institusi dan kemampuan sistem organisasi.

Adapun tujuan capacity building ini diarahkan agar peserta selain sebagai akademisi dan staf diharapkan dapat memberikan pelayan kepada mahasiswa  “memperlihatkan fungsi utamanya, menyelesaikan permasalahan, menetapkan dan meraih sasaran; serta memahami dan menangani kebutuhan-kebutuhan yang meningkat dalam skala yang luas serta cara agar dapat menahan beban yang terjadi. Dengan mengikuti capacity building ini, peserta akan memperolah manfaat: pertama meningkatkan keterampilan dalam “menyelesaikan masalah” (problem solving) dan “pengambilan keputusan” (decision making) secara cepat dan tepat didasarkan pada kecakapan dalam mengidentifikasi “key problem”. Kedua meningkatkan kemampuan dalam “kememimpinan dan pemberdayaan” (situational leadership & empowerment) yang disesuaikan dengan situasi. Ketiga menjadi “agen perubahan” (change agent) yang efektif dan efisien di lingkungan unit kerja masing-masing.

Oleh karenanya, capacity building merupakan suatu proses untuk melakukan serangkaian kegiatan guna perubahan multilevel pada diri individu, kelompok, organisasi dan sistem guna memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan yang ada. Kegiatan capacity building dimulai dari pembagian kelompok oleh fasilitator dalam hal ini oleh bang Rori dan tim kemudian, kegiatan yang semuanya terkait dengan kerja tim, komunikasi membangun building box, pembangunan komitmen dan tanggung jawab dengan masing-masing peserta di berikan pipet yang pada akhirnya disatukan membentuk menara. Menara dalam hal ini sebagai simbol menyatukan komitmen tangguh dan tanggung jawab semua peserta terakhir penandatangan komitmen masing untuk diingat dan dilaksanakan.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran