Menyiapkan Slide

Dwi Cahyo Prasetyo, Pustakawan Terinspiratif Nasional 2020 dari UM Pontianak Winda lina / 03-Nov-2020 10:11:27

UM Pontianak kembali menorehkan prestasi, tak hanya dari Mahasiswa dan Dosen, Pustakawan UM Pontianak juga ikut mengibarkan bendera kampus di ajang Nasional. Dwi Cahyo Prasetyo pustakawan di UPT Perpustakaan UM Pontianak terpilih menjadi Pustakawan Terinspiratif dalam kompetisi Pustakawan Berprestasi Nasional tahun 2020.

Pustakawan Berprestasi Nasional adalah kompetisi yang diselenggarakan setiap tahun oleh Perpustakaan Nasional. Kompetisi ini ditujukan untuk mencari pustakawan yang memiliki gagasan, inovasi dan kreativitas di perpustakaan yang dapat bermanfaat kepada masyarakat. “Ini merupakan kelanjutan dari hasil pemilihan Pustakawan Berprestasi tingkat Daerah bulan Juli lalu” ungkap pria yang sering disapa Tyo ini. “Tes yang dilakukan itu tes kognitif, presentasi dan wawancara. Semua punya kesulitan masing-masing” tambahnya.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana semua peserta berkumpul di Jakarta, penyelenggaraan tahun ini hanya dilakukan secara daring di kota masing-masing karena wabah Covid-19.  Tyo mengungkapkan: “Seharusnya memang kami dikumpulkan di Jakarta, namun karena wabah Covid-19 kami disediakan hotel di kota masing-masing oleh Panitia Pusat. Semua peserta dilarang meninggalkan hotel atau dikarantina selama hampir satu minggu dan wajib mengikuti protokol kesehatan.”

Meskipun dilakukan secara daring, rasa kompetisi tetap terasa kepada para peserta. “Terutama saat presentasi. Semua peserta hanya diberikan waktu terbatas untuk mempersiapkan slide presentasi. Kita diberi tahu tema jam 5 sore, jam 5 pagi sudah harus mengirim slide presentasi ke panitia pusat. Tidak boleh direvisi“ ungkap pustakawan lulusan S2  Ilmu Perpustakaan UIN Yogyakarta ini.

Tyo mengaku saat awal mengikuti kegiatan ini ia sempat menolak karena menurutnya persiapan belum maksimal. “Saat surat undangan untuk seleksi Pustakawan Berprestasi tingkat Daerah itu datang, saya sempat berpikir untuk menunda dulu keikut sertaan, karena masih banyak hal yang harus dipersiapkan. Terlebih lagi Perpustakaan UM Pontianak juga masih butuh banyak pembenahan.”

Namun dukungan dari kepala Perpustakaan, rekan pustakawan dan Rektor UM Pontianak membuatnya berani untuk terus maju. “Ternyata dukungan dari teman-teman, atasan bahkan rektor pun mengirimkan pesan ke saya untuk terus maju. Jadi ya walaupun banyak kekurangan saya putuskan untuk terus maju.” Ujarnya.

Tyo mengungkapkan sempat merasa kesulitan pada masa persiapan ke tingkat nasional. Terutama minimnya informasi yang ia terima. “Setelah diumumkan juara di Agustus lalu oleh Perpustakaan Daerah, saya hampir tidak tahu dan bingung apa yang harus dipersiapkan untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Sempat iri sih melihat teman-teman peserta dari daerah lain sangat disupport, baik teknis maupun non-teknis”

Ia merasa beruntung berada di keluarga besar Muhammadiyah. “Pak Lasa dan Mbak Arda dari UMY bersedia melatih persiapan kami peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kebetulan dari pustakawan PTMA se-Indonesia ada lima orang yang berhasil maju ke tingkat Nasional dan mbak Arda sebagai juara tahun 2019 lalu mau membagi ilmunya kepada kami. Hal inilah yang membuat saya semakin bangga di Muhammadiyah, tak segan berbagi dan saling mencerahkan” ujarnya.

Karena diselenggarakan secara daring, hal teknis tentu menjadi tantangan tersendiri. “Semua peserta diwajibkan mempersiapkan green screen atau layar hijau untuk background. Saya sempat kesulitan untuk mempersiapkan ini di kamar hotel. Terlebih saat itu sendiri.” Beruntung akhirnya ia mendapat bantuan Perpustakaan Daerah untuk membantu persiapan. “Akhirnya ada ibu Feni dan ibu Heni dari Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat memberikan bantuan teknis. Bekerja sama dengan pihak hotel, akhirnya kami dapat mempersiapkan semua hal teknisnya dengan lebih baik. Beliau berdua sangat membantu saya.” Ujarnya.

Saat ditanya apa yang membuat dirinya terpilih menjadi pustakawan dengan kategori terinspiratif, Tyo mengungkapkan “Secara teknisnya kurang tahu, namun saat pengumuman menurut juri apa yang saya utarakan saat presentasi dan wawancara bisa diterima sebagai gagasan kepustakawan di Indonesia.” Ia melanjutkan: “Saya memberikan gagasan bahwa ‘Pustakawan sebagai garda terdepan menghadapi Infodemi’. Saat tenaga kesehatan dan dokter menghadapi pandemi secara langsung, pustakawan seharusnya juga mengambil peran untuk melawan disinformasi, misinformasi dan hoax di masyarakat. Sebagai seorang profesional informasi, pustakawan seharusnya berpegang teguh pada sains atau ilmu pengetahuan.”  Saat ada disinformasi yang mengacaukan pengetahuan di masyarakat, menurutnya pustakawan harus berpreran aktif meluruskannya. “Sama lah dengan tenaga kesehatan dan dokter yang berupaya mencegah dan mengobati orang-orang yang terinfeksi” ujarnya.

Tyo berharap prestasi ini menjadi awal majunya kepustakawanan di UM Pontianak dan Kalimantan Barat. “Kabarnya kemarin prestasi ini merupakan capaian terbaik dari Kalimantan Barat selama mengikuti kompetisi ini. Alhamdulillah saya bisa membawa nama baik UM Pontianak dan Kalimantan Barat di tingkat Nasional, semoga ini awal dari prestasi-prestasi pustakawan UM Pontianak dan Kalbar selanjutnya” ujar pustakawan di bidang Referensi dan Repository ini.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan selanjutnya, Tyo mengungkapkan: “Tentu masih banyak PR di depan. Yang bisa saya lakukan adalah melakukan yang terbaik untuk membawa UM Pontianak terus berprestasi. Masih banyak kesempatan dan kompetisi di depan. Insyaallah saya dan teman-teman terus berusaha memberikan yang terbaik.”

Selain itu, prestasi ini juga diharapkannya membawa kemajuan di Perpustakaan UM Pontianak dan dukungan dari Universitas. “Kami akui di perpus sendiri masih ada banyak sekali kekurangan. Apalagi untuk fasilitas kepada mahasiswa, namun memang itu diluar kuasa kami. Tapi kami tidak bisa menyerah begitu saja, beragam layanan baru kami realisasikan seperti repository online untuk skripsi dan katalog online untuk mencari buku. Kedepan kami akan mengembangkan aplikasi e-library, sosial media dan layanan virtual melalui pesan singkat. Semoga semua ini mendapat dukungan dari para stakeholder untuk membuat Perpustakaan UM Pontianak semakin ramah kepada mahasiswa dan dosen, baik secara layanan maupun fasilitas” ujarnya.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran
Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
Telp. 0561 764571
Faks. 0561 764571
Email. kontak@unmuhpnk.ac.id
Website Statistics