Menyiapkan Slide

PBL Wadah Proses Belajar dan Mengajar Kesehatan Masyarakat Abrori / 22-Feb-2020 16:02:29

Penarikan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL)  pada kelas regular A telah dilakukan, hal ini sesuai dengan jadwal yang telah tertera yati antara tanggal 18-21 februari. Penarikan PBL di Kabupaten Mempawah sudah dilaksanakan menurut dosen pembimbing lapangan masing.masing. adapun penarikan PBL saat ini berbeda dengan pelepasan. Penarikan PBL dilaksanakan pada lokus PBL yaitu Puskesmas. Ini dilakukan sekaligus silaturahmi dengan jajaran Puskesmas sebagai tempat lokasi PBL. Dalam hal ini PBL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem program pengajaran serta merupakan wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan, sikap dan keterampilan  yang diperoleh selama mengikuti Proses Belajar dan Mengajar (PBM).

Adapun Bentuk kegiatan PBL terdiri atas kuliah tatap muka pembekalan, pengorganisasian dan kegiatan lapangan. Lokasi kegiatan PBL (wilayah kerja puskesmas-puskesmas di lingkungan Kabupaten Bengkayang, Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya), Mahasiswa harus homestay di lapangan selama melakukan diagnosis komunitas dan identifikasi masalah kesehatan.

Kegiatan PBL dilaksanakan pada Tingkat Puskesmas, Lintas Sektor, dan Desa. Adapun kegiatan PBL terdir atas kegiatan awal dalam PBL adalah analisa situasi dan identifikasi masalah kesehatan masyarakat. Data gambaran masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dengan mengadakan observasi pada pelayanan kesehatan di Puskesmas (Partisipasi observasi) dan data penunjangdengan melakukan indept interview, focus group discusion (FGD) kepada stake holder yang ada di pelayanan kesehatan. Kedua analisis situasi masalah. Inilah yang akan menjadi bahan acuan dalam menginventarisasi masalah kesehatan dan menyusun prioritas masalah kesehatan di masyarakat. Ketiga menyusunan prioritas masalah untuk menetapkan permasalahan utama. Dan keempat lokakarya mini (Rembuk Desa) Dari hasil identifikasi masalah, prioritas masalah dan alternatif pemecahannya kemudian dimusyawarahkan dengan masyarakat melalui kegiatan lokakarya mini atau rembuk desa, sebagai wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan PBL ini. Selanjutnya bersama-sama dengan masyarakat menyusun rencana tindakan yang akan dilaksanakan untuk mendapatkan prioritas masalah.

Sekdes Bakau kecil megucapkan banyak terimakasih atas ditunjuknya desa tersebut dijadikan lahan praktek. Beliau bahkan mengutarakan untuk kegiatan PBL II rencannya akan didukung dengan anggaran pembanguna mayarakat desa. Sementara itu Ka Puskesmas Antibar Bapak Agus merasa berterimakasih dengan pelaksanakan PBL pada wilayah kerjanya. Setidaknya dengan kegiatan PBL Puskesmas tahu akan persoalan-persoalan kesehatan masyarakat dari sudut pandang mahasiwa yang masih jernih tanpa kepentingan. Senada dengan Ka Puskesmas John Sihombing selaku pembimbing lapangan yang ditunjuk oleh Ka Puskesmas Antibar merasakan betul manfaatnya. 

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran