Mahasiswa Fakultas Hukum UM Pontianak Praktek Peradilan semu Abrori / 10-Jul-2019 09:07:01

Moot court  atau lebih familiar dengan Praktek Peradilan semu merupakan bagian mata kuliah praktik atau mata kuliah terapan yang diajarkan dalam proses perkuliahan pada Fakultas Hukum UM Pontianak. Setidaknya dengan mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat mengimplementasi teori ilmu hukum yang telah didapatkan dari teori hukum baik yang bersifat hukum material maupun formal.

Adapun tujuan dari perkuliahan ini adalah agar mahasiswa memahami praktik beracara pada peradilan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiwa semester 6 dan dilaksanakan di Aula lantai 3 UM Pontianak, mengingat ruang peradilan semu FH UM Pontianak sedang dalam tahap pengerjaan.

Praktek Peradilan wajib ditempuh oleh mahasiswa Fakultas Hukum UM Pontianak. Peradilan semu memberikan tambahan belajar bagi mahasiswa UM Pontianak dalam mencernakan pelajaran yang ia dapat selama kuliah, menganalisis kasus dan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan oleh penegak hukum dalam upaya menangani kasus-kasus. Setidaknya mereka dapat berperan menjadi hakim, penggugat, jaksa, penasehat hukum dalam suatu acara pengadilan. Pada praktek peradilan semu tersebut Denie Amiruddin, SH.,M.Hum selaku dosen pengampu mata kuliah Praktik Peradilan Tata Usaha Negara mengatakan bahwa “pada prinsipnya mahasiswa memahami bagaimana praktik acara itu  menarik untuk digali dan dicerna sisi-sisi ilmiahnya”. Terangnya 

Lebih lanjut pada peradilan semu juga berisi mengenai perdebatan-perdebatan kejadian perkara mengenai kasus-kasus yang dilihat berdasarkan analisis dalam kerangka yuridis normatif berdasarkan teori-teori hukum yang mahasiswa dapatkan selama proses perkuliahan. Perlahan tapi pasti mahasiswa diperhadapkan pada tataran ideal kekuatan peradilan yang dapat memutus perkara mengenai berbagai kasus yang terjadi. Kemampuan untuk membuat atau praktek membuat berkas-berkas yang diperlukan untuk beracara di pengadilan dipertaruhkan bagi mahasiswa Fakultas Hukum UM Pontianak di dalam peradilan semu. Surat gugatan, surat jawaban,  dakwaan, surat tuntutan, putusan hakim, pembelaan, adalah beberapa di antara berbagai berkas yang mutlak diperlukan untuk melaksanakan acara peradilan.

Anshari, SH.,MH selaku pengampu mata kuliah Praktik Peradilan Pidana, menambahkan bahwa mata kuliah praktik peradilan ini dilaksanakan dalam rangka membangun dan mengasah keterampilan hukum acara atau hukum formil di kelas dan laboratorium hukum (ruang peradilan semu), sehingga mahasiswa mampu mempraktikkan peradilan sesuai dengan norma, asas, maupun prosedur (KUHAP). Diharapkan pula ke depan mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan hukum acara tersebut dalam praktik nyata sebagai penegak hukum maupun penegak keadilan.

Secara umum, moot court memberikan gambaran ideal yang perlu untuk ditanamkan sejak dini mengenai peradilan yang bersih dan berwibawa. Dengan demikian, apa yang ideal yang ditanamkan kepada generasi penerus penegak hukum tersebut dapat membantu perbaikan pelaksanaan peradilan di masa depan.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran