Menyiapkan Slide

Kuliah Umum: DBD, Epidemiologi dan Penanggulangannya Abrori / 28-Feb-2019 09:02:04

Kegiatan kuliah perdana Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak diisi dengan kegiatan Kuliah Umum. Kegiatan mengangkat tema “DBD, Epidemiologi dan Penanggulangannya”. Adapun Narasumber dalam acara tersebut adalah Bapak Dr. Malik Saepudin, M.Kes dan Moderator Ibu Ayu Diana Meilantika SKM, M.Kes. Pembukaan kuliah umum dilakukan oleh Dekan Fikes, Ibu Dr. Linda Suwarni, M. Kes. Sementara kuliah perdana ini diikuti sekitar 120 mahasiswa semester 3 dan panitia kegiatan dari Himakesmas (Himpunan mahasiswa kesmas).

Tema tersebut diangkat untuk memberikan pemahaman pada mahasiswa semester 3 terkait penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, apabila tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kematian. Adapun upaya pencegahan tersebut di antaranya mengaktifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan kegiatan 3M+. Tindakan 3M+ dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan menutup semua tampungan air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.

Dalam seminar tersebut disampaikan Narasumber bahwa saat ini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu: pertama pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah. Kedua secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri. Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida. Yang ketiga selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. Selain itu, segeralah berobat bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran