Menyiapkan Slide

Peran Empowering Orang Tua, Guru dan Masyarakat Pada Pendidikan Anak Abrori / 21-Jan-2019 14:01:47

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengantarkan para guru, orang tua dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Mengingat saat ini perkembangan zaman sudah makin memprihatinkan. Permasalah bisa terjadi dimanapun, kapanpun baik terjadi di rumah, sekolah maupun lingkungan kemasyarakatan. Guru, orang tua dan masyarakat, ketiga unsur secara bersama-sama memaksimalkan kegiatan pendidikan dalam ranah masing-masing. Guru di sekolah focus pada pembelajaran yang memerlukan kebersamaan, kegiatan yang tidak dapat dilakukan sendirian, mulai dari bagaimana berkomunikasi dengan teman sebaya, melakukan kegiatan kelompok, mempererat rasa kebersamaan, memahami perbedaan sesama teman sebaya, sampai dengan makan bersama. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) UM Pontianak 21 Januari 2019 mengadakan kegiatan yang. Acara yang terlibat adalah para mahasiswa semester 7. Tujuan kegiatan tersebut adalah melibatkan peran orang tua agar tahu apa yang harus dilakukan ketika mengalami perubahan pada anak.

Kepala Program Studi PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Pontianak Ibu H, Diana, S.Pd.I.,M.Pd. mengatakan bahwa “Banyak orang tua cenderung apatis dan menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada bapak-ibu guru. Mata kuliah pelibatan orang tua dan masyarakat, merupakan yang melibatkan peran penting keterlibatan orang tua kepada anak, mengingat orang tua terkadang kurang peduli pada perkembangan anak, perubahan sikap pada anak yang menjadi murung, cemas itu semua dapat terjadi pada saat di sekolah. Pendidikan tidak hanya tanggung jawab guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Waktu pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak lebih dari 3 jam sehari, sisanya adalah waktu di rumah dan di lingkungan masyarakat. Beban orang tua dalam pendidikan anak sudah semestinya lebih besar dari dari pada guru, mengingat waktu yang dimiliki anak jauh lebih besar di rumah daripada di lembaga PAUD”. Terangnya

Sementara Dr. H Herawati, M.Sc pengampu mata kuliah mengatakan bahwa “Sebagai sumber permasalahan kejahatan sebetulnya sudah dapat diprediksi, yaitu karena kurangnya koordinasi antara komponen masyarakat. Oleh karena itu, untuk menekan jumlah peningkatan masalah terhadap anak usia dini perlu peran empowering orang tua, guru dan masyarakat.  Antara guru dan orang tua harus memiliki kesamaan visi, jangan sampai apa yang diperoleh dari guru tidak sama dengan yang diperoleh dari orang tua bahkan sebaliknya.” Jelasnya

Di sinilah pentingnya komunikasi efektif antara guru dan orang tua. Anak membutuhkan contoh dan bukan teori. Mereka lebih dekat dengan segala sesuatu yang bersifat konkrit dan bukan abstrak. Contoh berperilaku baik bukan hanya ranah guru. Orang tua dan masyarakat juga harus peduli, memberikan contoh baik dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus peduli terhadap pendidikan anak.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran