Menyiapkan Slide

Mahasiswa UM Pontianak Paparkan Tulisan Ilmiah di Vietnam Abrori / 23-Nov-2018 22:11:30

Satu prestasi ditorehkan lagi oleh mahasiswa UM Pontianak. Debby Urabi seorang Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UM Pontianak. Ia turut hadir dalam International Conference on Management, Environment, and Social Sciences di Ho Chi Minh City Vietnam. Kegiatan berlangsung pada 20-21 November di Liberty Central Saigon Citypoint Hotel.  

Ia menjadi perwakilan UM Pontianak dalam kegiatan tersebut. dalam presentasi ia mengangkat tulisan tentang Budidaya Perairan Tawar dengan Sistem Integrasi Berbasis Ikan dan Tumbuhan Lokal Guna Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Kalimantan Barat. International Conference tersebut menghadirkan Keynote Speaker yakni Prof Busaya Virakul dari National Institute of Development Administration (NIDA) Bangkok. Turut hadir dalam International Conference aedalah delegasi dari Jepang, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, Taiwan, Korea Selatan, dan Hungaria.

Debby dalam presentasinya menjelaskan mengenai potensi Sungai Kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia memiliki nilai ekonomis yang baik. Nilai ekonomitersebut seperti, komoditas unggulan ikan Jelawat, Tengadak, Biawan, Toman, dan Baung.Menurutnya, budidaya perikanan di Kalimantan Barat dapat meningkatkan ekonomi daerah dan mengatasi masalah over fishing. Sebagai presenter termuda dalam International Conference tersebut, Debby memaparkan bahwa, budidaya perikanan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi yang terus meningkat dan berkelanjutan. Hal tersebut, sejalan dengan arah pembangunan ekonomi daerah, nasional dan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dalam 17 poin Sustainable Development yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai hasil temuan, Debby menawarkan Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan biota lain guna mengurangi kontaminan yang dihasilkannya. IMTA berfokus pada organisme kultur seperti karnivora yang merupakan pengkonversi tinggi protein dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. IMTA memiliki prinsip sebagai teknologi bersih berwawasan lingkungan karena bersifat zero emition atau bebas dari limbah. Hal tersebut, selaras dengan konsep pelestarian lingkungan.

Lebih lanjut dia mengatakan Gagasan mengikuti kegiatan International Conference adalah salah satu upaya untuk melakukan proses internasionalisasi UM Pontianak agar menjadi perguruan tinggi kelas dunia di masa mendatang. Kegiatan ini tidak hanya memperluas pengetahuan dan kemampuan akademik mahasiswa. Akan tetapi, juga berguna untuk memperluas jaringan dan kerja sama dengan para delegasi yang hadir pada perhelatan konferensi tersebut. Harapannya akan banyak lagi mahasiswa UM Pontianak yang mampu bersaing dan berpartisipasi guna mengikuti kegiatan yang sama. Selain sebagai ajang belajar dan menguji tingkat percaya diri bagi mahasiswa, agenda konferensi internasional juga digunakan sebagai salah satu wadah untuk melakukan promosi almamater di kancah internasional.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran