Menyiapkan Slide

Mencetak Generasi Intelektual Qurani Abrori / 16-Oct-2018 10:10:16

Al-Islam Ke-Muhammadiyaan UM Pontianak melakukan kegiatan tahunan yaitu, mentoring baca tulis Al-Quran dan kegiatan ke-Muhammadiyahan lainnya. Kegiatan tersebut merupakan aktifitas wajib diikuti seluruh mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019. Pada kegiatan ini para mahasiswa dibimbing oleh para seniornya, sehingga mereka merasa nyaman dan sebaya dengan mereka. Startegi ini menurut teman-teman penyelenggara cukup efektif mengingat mereka adalah setara dan sebaya.  

Pada Kegiatan ini tema yang diangkat adalah “Mencetak Generasi Intelektual Qurani”. Peserta kegiatan ini adalah para mahasiswa seluruh Program Studi yang ada di lingkungan UM Pontianak. Mereka adalah mahasiswa/mahasiswi dari semester 1 sampai 3. Acara ini difasilitasi 72 orang mentor. Mereka akan membimbing para mahasiswa baru, setiap mentor akan membimbing 12 orang.

Pada saat mentoring mereka akan membimbing para mahasiswa, namun terlebih dahulu para mahasiswa oleh para mentor terlebih dahulu dipisahkan antara mahasiswa muslim dan non-muslim. Ini dilakukan untuk yang non-muslim akan diberikan kajian keagamaan secara umum, sedangkan untuk pertemuannya muslim akan mereka akan dilakukan kegiatan tatap muka dengan mentor sebanyak 12 kali sedangkan non-muslim sebanyak 2 kali pertemuan. Acara ini juga mengundang narasumber hafiz al-quran atas nama Siti Fahratul atau biasa di panggil Nova, selain itu, turut hadir Ketua Al-Islam Ke-Muhammadiyaan Hermanto, M.Pd.I dan Wakil Rektor 3 Dr. Mawadi, MM. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mencetak generasi pencinta al-quran.

Wakil Rektor 3 Dr. Mawadi, MM dalam sambutannya mengatakan “Program ini merupakan aktifitas ini rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Saya berharap para mahasiswa yang hadir saat ini, tekun belajar dan serius agar setelah lulus kuliah bisa membaca tulis Al-Quran, sehingga ada sesuatu yang di bawa setelah lulus. Jika, kalian tidak bisa baca tulis Al-Quran, kami tunda untuk pengambilan Ijazah. Belajar sedikit dapat sedikit, Belajar banyak dapat banyak dan Tidak belajar tidak dapat apa-apa”. Jelasnya

Sementara ketua Al-Islam Ke-Muhammadiyaan Hermanto, M.Pd.I mengatakan “Inilah pelajaran dari Muhammadiyah, kalian lulus dari sini diajarkan untuk bisa menjadi intelektual Quran-i. Sebaik-baik dari kalian di sini, kalian yang belajar al-quran dan mengajarkannya”. Ungkapnya

Sedangkan Siti Fahratul mengatakan “saya belajar menghapal Al-quran dimulai dari kesungguhan hati saya, untuk waktu menghapal tidak saya tentukan, tetapi biasa saya menghapal setiap selesai makan, dan selesai sholat. Kalau inspirasi terbesar saya dari salah satu stasiun televisi yang menampilkan acara tentang penghapal Al-quran dan kebetulan pada acara tersebut ada tunanetra seperti saya, dari situ saya semakin yakin bisa menghapal Al-quran. Saya menghapal Al-quran tidak langsung hapal, tetapi butuh 4 tahun baru saya bisa hapal”. Terangnya 

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran