Menyiapkan Slide

Humas Perguruan Tinggi; Institusi Responsif Terhadap Dinamika Masyarakat pada era Persaingan Abrori / 16-Sep-2018 15:09:20

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah seni menciptakan pengertian publik, sehingga memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/organisasi. Permasalahan yang dihadapi Humas yaitu berkisar ketiadaan akses informasi, kurangnya apresiasi terhadap pekerjaan Humas, sampai tidak tersedianya pedoman kerja sebagai standar prosedur untuk melaksanakan tugasnya.

Mengingat pentingnya humas, maka Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XI mengundang seluruh perguruan tinggi swasta se-Kalimantan Barat guna mengikuti Bimbingan Teknologi (Bimtek) tentang kehumasan. Saat ini, humas dan perguruan tinggi ibarat dua sisi mata uang. Fungsi sentral Humasperguruan tinggi adalah menunjang manajemen dalam mencapai tujuan perguruan tinggi sebagai kegiatan utamanya. Sasaran kegiatan humasadalah publik intern dan ekstern, sedangkan tujuannya adalah terbinanya hubungan harmonis antara perguruan tinggi dengan public, tercipta citra positif, kemauan yang baik, saling menghargai, saling timbul pengertian, toleransi antara kedua belah pihak yang terkait.

Kegiatan ini dikemas dengan tema “Workshop kehumasan perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI wilayah XI Kalimantan se-Kalimantan Barat”. Workshop ini dihadiri 131 peserta perwakilan dari 40 Perguruan Tinggi Swasta se Kalimantan Barat dan dilangsungkan di Hotel Mercure Pontianak lantai II pada tanggal 14 September 2018. Adapaun pemantik adalah Zaenal Abidindan Toto Fachrudin, S.IP,.M.Med.Kom. Sedangkan  UM Pontianak mengirimkan utusannya antara lain Barry Ceasar Octaradi, S.Kom., M.CS., Windalina, A.Md. dan Hendri, SKM. Adapun tujuan acara ini adalah agar perguruan tinggi mampu membuat dan mengelola berita online, media social dan cetak.

Toto Fachrudin, S.IP,.M.Med.Kom yang sekaligus Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin/Wakabid Pendidikan PWI Kalsel mengatakan “seorang humas harus bisa memotret, menulis, memiliki kompetisi layaknya membuat berita dan juga kreatif membuat konten di media social serta mengerti teknologi. Semestinya, perguruan tinggi memiliki Tim humas yang dilengkapi dengan fotografer dan vidiografi yang didukung dengan perlengkapan kamera lengkap, pembuat berita, mengelola media social dengan bahasa kekinian, sehingga konten kita bisa menarik pablik untuk berkunjung di webnya. Perlu diingat, seorang humas setidaknya memegang 3 pedoman; Langsung membagikan informasi yang di dapat, liputan berkaitan dengan kejadian kampus, liputan berkaitan dengan kejadian mahasiswa”. Jelasnya

Kepala Perum LKBN Antara Biro di Palangka Raya Zaenal Abidin mengatakan “Seorang jurnalis di tuntut bisa membuat video untuk berita yang nantinya di muat selain ahli fotografer. Tidak berhenti dari situ, dalam membuat berita online dengan rumus 5W+1H ditambah 3E+N1, diperlukan strategi untuk mengenalkannya. Sebuah media online yang dibaca oleh pembaca minimal selama 30 detik. Selain itu, sebuah judul harus di perhatikan, jangan membuat pembaca berhenti sampai judul. Judul juga jangan membuat pembaca tidak membaca isi. Namun ada beberapa tips dalam membuat judul; judul harus lebihs pesifik, melahirkan kata-kata yang baru atau kata-kata yang tidak pernah didengar, jangan lari dari isi berita, tidak menggunakan singkatan, serta membuat orang penasaran”. Jelasnya

Peran Humas semakin strategis terlebih dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, meningkatnya persaingan perguruan tinggi. Humas perguruan tinggi dituntut untuk mampu membangun citra positif terhadap lembaga dalam memasuki era persaingan ini, menumbuhkan komunikasi yang sinergis antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dan membangun institusi responsif terhadap dinamika masyarakat.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran