Menyiapkan Slide

KKN-PPM 2018 Fokus pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Abrori / 05-Sep-2018 21:09:37

Pemberdayaan masyarakat Kalimantan Barat masih membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak, terutama dunia pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan, mampu memberikan alternatif pemberdayaan dan solusi dalam berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Ini sesuai dengan mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma yang ketiga“Pengabdian Kepada Masyarakat”. Salah satu dharma yang dimaksud adalah kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Program Pemberdayaan Masyarakat (disingkat KKN-PPM) yang secara integral merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa tingkat strata S1.

KKN-PPM kali ini dilaksnakan di desa Sei Mawang dan Mengkiang. Kedua desa tersebut merupakan desa dalam kategori daerah tertinggal. Untuk akses ke lokasi desa tersebut belum semuanya jalan beraspal meskipun dapat ditempuh oleh kendaraan roda 2 atau empat. Jika melihat jarak dari ibu kota kabupaten Sanggau dapat ditempuh selama 1 - 1,5 jam.

Marlenywati, SSI.,MKM mengatakan “bahwa berdasarkan data Puskesmas Sanggau Kapuas tahun 2016, terdapat kematian bayi sejumlah 4 kasus dan 1 kasus kematian ibu, rumah tangga yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebesar 32%, penduduk yang memiliki sarana air minum layak sebesar 44%, penduduk yang memiliki jamban sehat 37%. Disamping itu semua desa belum diterapkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)”. Ungkapnya

Lebih lanjut Wakil Dekan Fikes ini mengatakan “desa tempat program dilaksanakan kegiatan ada beberapa wilayah yang sulit terjangkau dengan pelayanan kesehatan, status ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah. Padahal wilayah tersebut memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dalam rangka peningkatan status ekonomi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dan menunjang status kesehatan lebih baik. Permasalahannya adalah belum optimalnya masyarakat mengolah hasil pertanian menjadi bentuk lain yang dapat meningkatkan daya jual di masyarakat. Bidang pendidikan, di wilayah Kecamatan Sanggau Kapuas masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah, bahkan buta huruf. Hal ini, terlihat dengan rata-rata pendidikan masyarakat yang lebih banyak tamat SD-SMP dan tidak menamatkan sekolahnya. Selain itu, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersedia belum menjangkau keseluruhan desa di Kecamatan Sanggau Kapuas”. Jelasnya  

Sementara Fathoni peserta program KKN-PPM mengatakan desa pelaksanaan program masih banyak persoalan kesehatan yang belum maksimal, antara lain persoalan jamban, sanitasi dan PHBS. Saat ini prioritas program adalah STBM di masyarakat

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran