Menyiapkan Slide

Ibadah Qurban, Hukum dan Hikmah Abrori / 10-Aug-2018 21:08:17

Dalam rangka menyambut Idul Adha UM Pontianak mengadakan kajian rutin. Kajian tersebut diadakan setiap tahun. Kajian rutin ini dihadiri seluruh jajaran civitas akademika di lingkungan UM Pontianak. Acara ini mangangkat tema “Ibadah Qurban, Hukum dan Hikmah”. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber H. Didik M. Nur Haris, Lc, MA, Ph.D. Adapun tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali keuntungan, hikmah dari berkurban.

Dalam ceramahnya H. Didik M. Nur Haris, Lc, MA, Ph. D mengatakan “bahwa amalan yang paling dicintai Allah mengalirkan darah yaitu, berkurban hewan pada saat hari raya Idul Adha. Allah akan menjamin orang yang telah berkurban. Pada hari kiamat Allah akan sempurnakan amalannya dari: bulu-bulu, daging-dagin, tulang-tulang, tanduk, beserta kukunya. Kurban yang kita lakukan lebih cepat diterima oleh Allah sebelum darah hewan kurban sampai ketanah. Artinya, ibadah ini, Allah sangat mencintainya. Inti dari berkurban adalah hewan yang disembelih, namun sudah Allah tetapkan hewan yang disembelih itu seperti, hewan yang memiliki empat kaki, sehingga hewan yang memiliki dua kaki itu tidak sah apabila untuk dikurbankan. Selain itu, hewan yang tidak boleh dikurbankan adalah hewan yang sakit, buta mata, pincang kaki dan kurus. Kurban dilaksanakan pada saat Idul Adha. Adapun tujuan kurban dilaksanakan dalam rangka untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan untuk memohon pahala-Nya. Kurban merupakan sesuatu yang tinggi nilainnya disisi Allah, dalam penyebelihannya disebutkan mulai dari tanggal 10 sampai tanggal 13”. Jelasnya  

Beliau menambahkan “Allah mengancam jika orang yang berkurban bukan selain Allah, maka dia terjerumus dalam syirik tindak dosa terbesar berdasarkan, Hadis Muslim. Misalkan, dia menyembelih untuk tumbal atau menyembelih untuk keberkatan sesuatu maka hal itu di larang Allah Swt”. Tegasnya

Salah satu pertanyaan yang di lontarkan dari peserta kegiatan itu adalah, bagaimana jika yang melakukan kurban meminta daging dari hewan kurban?, Ustad menjawab; hukumnya sunnah namun, tidak boleh mengambil daging hewan kurban terlalu banyak. Misalnya kurban satu ekor kambing, jika kambing sudah dikantongin hanya dapat 30 kantong saja, 25 kantongnya diambil yang berkurban, sedangkan 5 kantongnya diserahkan ke panitia kurban, ini yang tidak di perbolehkan, yang diperbolehkan hanya sepertiganya saja. Kontributor henri

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran