Menyiapkan Slide

Peran Mahasiswa/I dalam Perlindungan Anak Abrori / 14-Jul-2018 22:07:18

Dalam rangka meningkatkan upaya memenuhi dan memberikan perlindungan kepada anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPA-RI) beberapa saat yang lalu mengadakan diskusi tematik dengan mengangkat tema “mengangkat peran mahasiswa/i dalam perlindungan anak Indoensia”

Dalam diskusi tersebut dihadiri beberapa utusan dari fakultas perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat yang antara lain: Wakil Dekan III FKIP, Wakil Dekan III Fisip, Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Wakil Dekan III  Fakultas Ekonomi, Wakil Dekan III  Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Fikes UM Pontianak, Ketua Prodi Psikologi Fikes UM Pontianak, Prodi Jurusan Psikologi Islam IAIN Pontianak, Prodi Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak, Prodi Teknik Informatika Universitas Widya Dharma Pontianak.

Adapun narasumber kegiatan tersebut adalah Ir. Albert Pikri, MSM (Staf khusus kementrian PP&PA), Drs. Sumarno (Kepala Dinas PP&PA Prov. Kalimantan Barat) adapun Fasilitator Hernowo

Pada kesempatan itu  UM Pontianak diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut diantaranya satu orang dosen sebagai pendamping dan 5 orang mahasiswa/mahasiswi untuk kegiatan dimaksud.  

Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PP&PA Kalbar) dalam sambutannya mengatakan “peran mahasiswa sangat penting dalam kasus perlindungan anak? Mengingat mahasiswa dekat dengan anak dari usia, komunikasi, dan psikologis. Apalagi mahasiswa sebagai iron stock, agent of change, dan social control. Terutama, mahasiswa lebih berpotensi dari segi mobilitas, kuantitas, dan kualitas. Senada dengan hal itu, beliau menambahkan,akan bahaya laten yang mengancam anak-anak dapat terjadi di tempat yang dianggap aman, sedangkan pelakunya pun bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang dianggap aman.Sementara bentuk peran mahasiswa seperti bonding activities, kegiatan rohani, aksi lingkungan, kesenian, olahraga, membuat meme positif, video blog (vlog), perlombaan dan seterusnya,” urainya seraya menambahkan kegiatan ini bertujuan positif dan sebagai media penyuluhan dalam meningkatkan ketahanan anak serta keluarga dari pengaruh negatif. Sedangkan bahaya laten yang lainnya adalah bahaya yang tidak tampak dipermukaan dalam berbagai pengaruh negatif seperti napza, miras, pedofilia, LGBT, kekerasan, pelecehan seksual, seks bebas, kecanduan internet, dan perdagangan manusia,” paparnya.

Sedangkan Staf Khusus Menteri, Kementerian PP dan PA Indonesia,mengatakan “dasar hukum pointer diskusi terkait perlindungan anak adalah Pasal 20 Undang-Undang (UU) No 35 Tahun 2014 tentang tanggung jawab bersama perlindungan anak, jugaPasal 72 UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran