Remaja di Persimpangan Jalan Menuju Generasi Emas Abrori / 24-Apr-2018 19:04:28

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UM Pontianak bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) baru-baru ini mengadakan kuliah umum. Kuliah umum dari dihadiri pimpinan tingkat unversitas, para dosen di lingkungan UM Pontianak, turut hadir antara lain: Wakil Rektor 1, Dekan Fikes, Wakil Dekan Fikes, Kaprodi Fikes, para Dosen Fikes, Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Tim BKKBN, Kurang lebih kegiatan ini dihadiri 350 mahasiswa yang terdiri dari Fikes, mahasiswa prodi PAUD, mahasiswa prodi PAI dan mahasiswa dari luar UM Pontianak yaitu: Mahasiswa Untan dan mahasiswa IAIN. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Utama UM Pontianak jalan A Yani 111 Pontianak. Acara ini sendiri mengangkat tema “Remaja Di Persimpangan Jalan Menuju Generasi Emas”. 

Pembicara kuliah umum ini adalah Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan BKKBN yaitu: Prof. drh. Muh Rizal Martua Damanik, Ph.D. Beliau memaparkan tentang isu terkini terkait persoalan remaja di era modern saat ini. Beliau berpesan pada aspek “Menikah tidak hanya mengesahkan yang haram, tetapi ada konsekuensi yang harus dilalui, misalnya harus menafkahi anak dan istri. Oleh karena itu, BKKBN meluncurkan program yang memfasilitasiremaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana (GenRe).”Tegasnya        

Adapun Tujuan kuliah umum ini adalah berbagi ilmu dan pengalaman tentang pernikahan usia muda dan gizi ibu hamil, agar mahasiswa nantinya menjadi calon orang tua lebih paham mengenai kesehatan reproduksinya.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. Kusmana mengatakan “Pernikahan di usia muda saat ini sudah terjadi di mana-mana, apalagi di Kalbar kejadiannya sangat tinggi. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan BPE terdapat 104 remaja perempuan pernah melahirkan dari kelompok usia 15 tahun sampai 19 tahun. Ini disebabkan hamil tanpa perencanaan. Kita tahu bahwa pernikahan usia muda perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, apalagi dalam kondisi sekarang, satu sisi UUD pernikahan mengatakan nikah boleh di usia 16 tahun namun, di sisi lain ada persoalan perlindungan anak di bawah 18 tahun mesti mendapat perlindungan dari kita. Hal ini, merupakan suatu kebijakan yang harus kita sinerjikan dan sikapi bersama. Saya berharap kalian sebagai generasi penerus harus tetap semangat dan mencari ilmu yang lebih banyak, jangan punya pacar dulu, jangan nikah dulu sebelum kalian lulus menjadi sarjana”. Terangnya

Semantara Wakil Rektor I UM Pontianak Heriansyah, SH, SHi, M.Pd dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan kali ini diharapkan menjadi motivasi bagi kami khususnya UM Pontianak untuk selalu bersama-sama berperan dan tanggung jawab bersama, sebagaimana kami selaku institusi pendidikan untuk mendidik mahasiswa kami sekaligus mensukseskan program-program BKKBN untuk bangsa ini”. Ungkapnya. Kontributor Henri  

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran