Menyiapkan Slide

5 Dosen UM Pontianak Tergabung Riset Kesehatan Nasional Abrori / 13-Apr-2018 16:04:26

Tahun 2018 ini, Kementrian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan (Balitbangkes) akan melaksanakan riset besar berskala nasional di seluruh Indonesia termasuk Kalimantan Barat. Riset kesehatan dasar ini dilakukan oleh pemerintah rutin setiap 5 tahun. Riset ini dilakukan berskala komunitas. Artinya riset ini menjadikan rumah tangga sebagai sasaran penelitian. Riset ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang perkembangan tingkat derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Diharapkan dengan dilakukannya riset ini, Indonesia memiliki data kesehatan yang lengkap, agar menjadi dasar membuat arahan kebijakan nasional dan daerah yang benar sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Riset ini setidaknya melibatkan 514 Penangggung Jawab Teknis (PJT) di tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia. PJT ini yang nantinya akan bertanggung jawab secara teknis dan memimpin pelaksanaan pengumpulan data oleh enumerator.

Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak sendiri ada 5 orang dosen/penelitinya masuk dalam kegiatan riset terbesar ini. Mereka adalah Andri Dwi Hernawan, SKM., M.Kes (Epid), Indah Budiastutik, SKM., M.Kes, Elly Trisnawati, SKM., M.Sc, Iskandar Arfan SKM., M.Kes (Epid) dan Ismael Saleh, SKM., M.Sc.

Andri Dwi Hernawan, SKM., M.Kes (EPid), salah satu pelatih nasional pelaksanaan riset mengatakan bahwa: “Riskesdas 2018 ini adalah riset komunitas terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan mungkin di Dunia. Amerika Serikat saja, melakukan Riset kesehatan hanya mengambil sampel sejumlah 100.000 Kepala Keluarga (KK), sementara Riskesdas saat ini mentargetkan 300.000 KK. Selain itu, dalam sejarah riset skala nasional, riset litbang kemenkes itu merupakan riset komunitas yang paling besar dari lembaga manapun. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI) saja tidak pernah melakukan riset komunitas sebesar yang dilakukan oleh kemenkes”. Ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, pelatih nasional Riskesdas 2018, Indah Budiastutik, SKM., M.Kes menyatakan “Kalimantan Barat setidaknya telah menyiapkan 14 PJT. Semuanya berlatar belakang S2, dan telah mengikuti pelatihan PJT tersebut. Mereka nantinya akan mengawal proses pelaksanaan penelitian teknis di lapangan”. Terangnya

Pada kesempatan terpisah, Akhid, SKM., M.Sc, manajer Korwil V Riskesdas menyatakan “ada 700 peneliti yang telah mendaftar untuk menjadi PJT. Namun kebutuhan cukup terbatas, kami hanya menerima beberapa saja, Kita melakukan proses seleksi yang cukup panjang mengingat, riset, tidak main-main, harus memilih orang yang pernah berpengalaman, sedikit paham tempat yang akan menjadi lokasi pengambilan sampel.” Jelasnya

Selain, melibatkan para profesional juga beberapa dosen sebagai PJT, di Kalimantan Barat ada sekitar 50 alumni fikes UM Pontianak yang terpilih menjadi enumerator Riset ini. Enumerator pada riset ini adalah para tenaga kesehatan yang bertugas mengumpulkan data. Sehingga, pemilihan enumerator itu juga dilakukan melalui seleksi yang cukup ketat. Selain menjadi enumerator,  beberapa alumninya juga ada yang terpilih menjadi tim validator riset.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran