Peyuluhan Hukum Anti Korupsi Untuk Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Abrori / 30-Mar-2018 16:03:21

Beberapa saat yang lalu Dosen Fakultas Hukum UM Pontianak mengadakan sosialisasi Hukum anti korupsi di SMA Muhammadiyah I Pontianak. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Anshari, SH.,MH  dan Heru Yudi K, SH., M.H.

Tujuan kegiatan tersebut sebagai deteksi dini pencegahan anti korupsi pada generasi muda sebagai estafet dan penerus bangsa. Kegiatan diikuti tidak hanya kelas 1 dan 2 namun ada beberapa dari kelas 3.   

Anshari mengatakan bahwa “Kegiatan tersebut dilakukan di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhadap fakta penegakan hukum, kemudian membuat kualitas hidup di Indonesia semakin memburuk. Fakta dengan meningkatnya kasus-kasus Korupsi pejabat Negara seakan membuat paradigma lama itu nyata, bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi tidak akan pernah selesai hingga kapanpun. Pelaku tindak pidana korupsi, tidak hanya berada  pada kalangan pejabat tinggi Negara baik di tingkat Pemerintah Eksekutif teratas yaitu: Gubernur, Walikota/Bupati, namun sampai dengan Kepala Desa yang hari ini keterpilihannya langsung oleh rakyat. Mengapa persolan korupsi hingga sampai Kepala desa? Kepala desa saat ini adalah pejabat yang juga berwenang melakukan pengelolaan keuangan negara, ada beban uang rakyat yang mengalir di Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) yang harus dikelola olehnya. Tidak hanya Eksekutif namun juga Legislatif seperti; MPR, DPR, DPR, DPRD baik pada tingkat Provinsi, Kota/Kabupaten, serta Pemerintah Yudikatif sebagai pelaksana penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi”. Terangnya

Senada dengan tersebut di atas Yudi menambahkan bahwa “Oknum-oknum pejabat tinggi Negara tersebut tertangkap tangan dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan tidak sedikit OTT tersebut namun sedemikian besar jumlah yang tertangkap. Hal ini, sedemikian akut apabila tidak dipangkas atau dicegah untuk masyarakat pada umumnya, terutama generasi muda”. Jelasnya  

Faktanya hari ini pengaruh (influence) nyata dari tindak pidana korupsi juga mewabah pada kalangan menengah di kementerian-kementerian, dinas, sampai dengan pihak swasta yang ‘bermain project’ anggaran Negara. Maka dari itu perlu dan penting untuk mencegah dan memangkas pengaruh buruk dari Tindak Pidana Korupsi yang sehari-hari bebas dipublikasikan kasus-kasus tersebut di media massa, baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun swasta.

Sosialisasi dan atau penyuluhan anti korupsi merupakan salah satu cara untuk mencegah mewabahnya kegiatan korupsi yang dilakukan oleh oknum masyarakat, yang menjadi prioritas pencegahan adalah generasi muda. Sebab, generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang harus memutus mata rantai sejarah terpuruknya angka korupsi di Negara ini.

Sosialisasi, pembinaan, dan atau penyuluhan anti korupsi untuk pelajar atau Siswa Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu solusi konkrit untuk mencegah dan mengurangi angka korupsi di Indonesia. Kegiatan penyuluhan anti korupsi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai bahaya laten korupsi dan bagaimana cara memberantasnya. Dalam penyuluhan hukum ini disampaikan tentang tindak pidana korupsi, aspek yuridis (regulasi yang mengatur) dan seputar penegakan hukumnya dalam aspek khusus untuk kalangan pemuda, pelajar, atau siswa.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran