Menyiapkan Slide

UM Pontianak Berpartisipasi dalam Evaluasi Isi Siaran Abrori / 08-Dec-2017 09:12:19

UM Pontianak beberapa saat yang lalu mengikuti kegiatan evaluasi isi siaran yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Adapun tema yang diangkat adalah “Sosialisasi Pemantauan dan Evaluasi isi Siaran”. Sedangkan pembicara kegiatan tersebut adalah Dr Netty Herawati, M.Si yang merupakan dosen Fisip Untan dan Komisoner dari KPID Provinsi Kalimantan Barat. kegiatan dilaksanakan di Hotel Orchad Perdana. pada kesempatan tersebut UM Pontianak diwakili oleh bagian Infokom

Setidaknya dalam kegiatan tersebut para narasumber mengkritisi terkait UU Isi siaran dari jasa penyiaran televisi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Swasta dan Lembaga Penyiaran Publik. Dalam UU dikatakan bahwa isi siaran wajib memuat sekurang- kurangnya 60% mata acara yang berasal dari dalam negeri. Isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran.

Isi siaran yang dilarang adalah: bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalah-gunaan narkotika dan obat terlarang; mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan serta isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di pusat maupun daerah, sebagai lembaga negara yang mengawal UU Penyiaran, terus berupaya mendesak pemerintah dan lembaga penyiaran swasta tidak lagi menunda sistem stasiun berjaringan. Sebab jika terus-menerus ditunda, apalagi sampai tiga kali akan menyebabkan produk undang-undang itu tidak berfungsi dan demokratisasi di bidang penyiaran menjadi terhambat. Namun, lagi-lagi industri penyiaran televisi masih meminta penundaan pemberlakuannya. Permintaannya pun bervariasi, mulai dari hitungan minggu hingga tahun. Malahan ada yang meminta ditunda satu tahun lagi.

Sistem berjaringan ini sebenarnya merupakan usaha demokratisasi di bidang penyiaran.  Adanya siaran lokal juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi warga daerah setempat untuk berkiprah di dunia penyiaran. Misalnya membangkitkan usaha di sektor rumah produksi, seniman, penulis naskah-naskah sandiwara rakyat dan budayawan dapat tersalurkan untuk berkarya dan berkreasi melalui televisi. Televisi lokal berjaringan juga akan mendorong televisi lokal yang telah ada untuk meningkatkan kwalitas isi siarannya. Sedangkan masyarakat lokal yang selama ini kesal dan khawatir terhadap isi siaran televisi yang tidak baik dapat lebih mudah untuk menyampaikan keluhan dan kritikannya kepada lembaga penyiaran, baik melalui KPID ataupun langsung.


Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran