Menggali Potensi MFR Bersama Basarnas Pontianak Abrori / 24-Nov-2017 19:11:51

UM Pontianak, 30/10/2017, mahasiswa dan sebanyak 40 orang peserta berbaris di halaman Kantor SAR (Kansar) Pontianak untuk melaksanakan upacara pembukaan Pelatihan Potensi Medical First Responder (MFR). Upacara pembukaan, dihadiri oleh Kepala SAR Pontianak, dan Perwakilan SAR Pusat yang sekaligus menjadi inspektur upacara tersebut. Beliau sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini akan bermanfaat di kemudian hari, terutama dalam menyelamatkan nyawa seorang korban yang mengalami kecelakaan, cidera, atau terluka.

Pelatihan MFR ini bertujuan untuk melatih peserta bagaimana menolong korban yang telah mengalami kecelakaan, baik dalam kondisi ringan atau parah sehingga memerlukan pertolongan medis dasar. MFR sendiri dapat didefinisikan sebagai penolong pertama kali yang berada di tempat kejadian, memiliki kemampuan medis dasar dalam menangani keadaan gawat darurat. Pelatihan potensi MFR ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, di antaranya kwarcab kota Pontianak (5 orang), Pemuda Kec. Pontianak Kota (1 orang), Pemuda Kec. Pontianak Tenggara (1 orang), Pemuda Kec. Pontianak Selatan (1 orang), Pemuda Kec. Pontianak Timur (2 orang), Pemuda Kec. Pontianak Barat (2 orang), Pemuda Pontianak Utara (1 orang), Pemuda Desa Limbung (2 orang), Pemuda Kubu Raya (2 orang), Pemuda Desa Arang Limbung (2 orang),  pemuda Desa Teluk Kapuas (2 orang), Universitas Muhammadiyah Pontianak (4 orang), Universitas Tanjungpura (4 orang), komunitas Kempo (2 orang), RAPI kab. Kubu Raya (2 orang), Swadesi Borneo (3 orang), DAMKAR Panca Bhakti (2 orang), dan DAMKAR Bhakti Raya ( 2 orang).    

Ada 8 materi medis dasar yang disampaikan pada pelatihan tersebut oleh para instruktur dari Basarnas Pusat dan Pontianak, di antaranya  definisi MFR, pemindahan korban, penilaian korban dan pemeriksaan fisik. Tujuan dari pemeriksaan fisik korban adalah mengecek DOTS. DOTS merupakan kepanjangan dari deformity (perubahan bentuk), open wounds (luka terbuka), tenderness (nyeri tekan), dan swelling (pembengkakan). Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari di Kansar Pontianak. Sebelum kegiatan pelatihan tersebut ditutup, para peserta diberi soal tes berupa soal pilihan ganda berisi 50 butir soal pertanyaan. Bagi peserta yang mendapat nilai tertinggi akan mendapatkan reward dari panitia. Peserta yang beruntung tersebut adalah Tika Pratiwi dari BEM Universitas Muhammadiyah Pontianak.Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi MFR di lapangan dan upacara penutupan pelatihan potensi MFR sambil menyorakkan yel-yel tim potensi SAR Pontianak. Peserta yang tergabung dalam pelatihan ini akan dibuat tim potensi SAR, dan harus mempersiapkan diri dengan kemampuan medis dasar pada saat diperlukan.

Tika Pratiwi (Menteri Sekretaris Negara BEM KM UM Pontianak/Pend Kimia) 

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran