Menyiapkan Slide

IbM, Metode Partisipatif Masyarakat Secara Aktif Abrori / 07-Sep-2017 17:09:36

Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan salah satu bentuk program pengabdian kepada Masyarakat yang difokuskan pada penerapan hasil-hasil iptek perguruan tinggi guna meningkatakan keterampilan dan pemahaman Iptek ke masyarakat. Program ini dilaksnakan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat secara luas dan merupakan hibah dari Kemenristekdikti 2017 yang dilaksanakan pada dari bulan Juli sampai Agustus- 2017 di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap.

Ketua IbM Bapak Edy Suryadi, SE.,MM dalam sambutan pada acara sosialisasi kewirausahan dan UKM kepada wanita Tani menyampaikan pesan, “bahwa banyak sekali potensi yang bisa dilakukan oleh ibu Rumah Tangga yang nantinya membangkitkan perekonomian keluarga, dengan mesin pengaduk dodol, perajang pisang dan pengering minyak diharapkan dapat membantu produksi sehingga industry bahan olahan pisang ini bisa optimal dan tidak lagi bersifat musiman”. Pungkasnya

Anggota IbM bapak Eko Sarwono, ST.,MT yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II menjelaskan bahwa "tujuan IbM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketermpilan, produkitivitas produk olahan pisang pada Kelompok Wanita Tani Anugerah dan Hidayah, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kawasan Transmigrasi Mandiri (mandiri secara ekonomi). Produksi pisang di desa ini sangatlah melimpah, tetapi keterbatasan alat dan pemasaran sebagai salah satu hambatan dalam memproduksi bahan olahannya. Dodol dan keripik pisang adalah hasil yang membanggakan dalam kelompok tani transmigran ini". Ungkapnya.

Sedangkan Ufi Ruhama’,M.Pd.B.I sebagai anggota yang lain  berharap "pengolahan pisang bisa terus berkelanjutan menjadi sebuah industri yang berkembang, jika yang kemarin hanya bersifat musiman saja atau saat ada order. Akan tetapi, dengan adanya alat mesin dan izin edar tersebut diharapkan bisnis bisa dipasarkan seluas-luasnya, sehingga dapat menjadi penghasilan primer bagi keluarga di daerah trans tersebut” terangnya.

Maimunah, pembuat dodol mengatakan “pesanannya begitu banyak terutama menjelang puasa, persoalan yang dihadapi adalah keterbatasan alat, tenaga dan kebingungan bagaimana cara memasarkannya sehingga hasil pengolahan ini hanya laris pada saat hari besar saja, sebaliknya pada hari-hari biasa sepi orderan”. Jelasnya

Kegiatan IbM ini menggunakan metode partisipatif. Hal ini ini, digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan penerapan inovasi teknologi Pengolahan Produk Pisang (3P), sehingga kelompok wanita tani bersama masyarakat dapat mengaplikasikan informasi dan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Adapun teknologi yang dikenalkan kepada kelompok wanita tani dalam kegiatan ini adalah pelatihan pengolahan produk pisang berbagai aneka rasa, pembuatan mesin perajang pisang, mesin penggiling/pengaduk dodol, serta packing produk dengan merk dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, dan PIRT (izin).  Abrori

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran