PBL: Pembelajaran SKM Sistematik, Terencana & Holistik Abrori / 20-Aug-2017 12:08:31

Aspek kesehatan memiliki peran dalam pembangunan bangsa. Salah satunya adalah pembangunan ekonomi. Banyak kajian dan hasil penelitian ilmiah baik internasional maupun nasional, menyebutkan bahwa bidang kesehatan merupakan variabel yang signifikan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Upaya pembangunan bidang kesehatan, salah satunya adalah penyediaan tenaga kesehatan yang menjadi pelaku utama pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan diartikan sebagai upaya peningkatan status kesehatan  masyarakat  secara  sistematik,  terencana  dan  holistik.  Hal inilah, yang kemudian perlu dipersiapkan tenaga profesional bidang kesehatan masyarakat yang   memiliki   kompetensi   utama   adalah manajemen kesehatan.

Tenaga Kesehatan Masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, pasal 11 ayat tujuh, bahwa tenaga kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f terdiri atas epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga.

Guna mempersiapkan hal tersebut di atas, maka proses pembelajaran di lapangan bagi calon Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) menjadi  mutlak  dilaksanakan. Mereka mengembangkan kemampuan dalam melakukan tahapan penyelesaian masalah melalui aplikasi manajemen kesehatan yang berlandaskan pada facility and evidence based. Tahapan inilah yang disebut sebagai Pengalaman Belajar Lapangan (PBL). Mahasiswa diwajibkan homestay di desa wilayah kerja yang telah ditentukan panitia selama melakukan diagnosis komunitas dan identifikasi. Kebetulan PBL saat ini lagi proses dilaksanakan pada wilayah kerja Puskesmas-Puskesmas di lingkungan Kabupaten Sanggau dan Kubu Raya.

Pada kegiatan ini pertama yang dilakukan adalah pengumpulan data sekunder dengan mengadakan observasi pada pelayanan kesehatan di Puskesmas (Partisipasi observasi) dan atau survei langsung ke masyarakat sebagai informasi/data penunjang dengan melakukan indept interview, focus group discusion (FGD) kepada stake holder, termasuk survei cepat. Kedua  hasil pengumpulan data dari Puskesmas maupun masyarakat tersebut kemudian dianalisis dan diidentifikasi. Hasil analisis situasi masalah kesehatan masyarakat inilah yang akan menjadi bahan acuan dalam menginventarisasi masalah kesehatan dan menyusun prioritas masalah kesehatan di masyarakat. Ketiga  Hasil identifikasi masalah kemudian diprioritaskan untuk menetapkan permasalahan utama yang nantinya akan diintervensi. Dalam penetapan prioritas masalah, dipertimbangkan kapasitas (kemampuan dan sumber daya) dan potensi lokal dalam menyelesaikan masalah, oleh karena itu prioritas masalah kesehatan yang sudah ditetapkan (feel need) perlu di umpan balik kepada stake holder  yang  ada di  lokasi PBL  (real  need).  Selain  itu, yang menjadi alasan mengapa perlu dilakukan penetapan prioritas masalah adalah karena keterbatasan waktu, dana dan tenaga maka tidak mungkin semua permasalahan yang ada dapat ditanggulangi. Abrori

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran