Sertifikasi Halal: Kepastian Status Kehalalan Suatu Produk...!!! Abrori / 11-Jul-2017 18:07:38

Baru-baru ini Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengadakan kuliah umum dengan tema "Sistem Jaminan Halal pada Makanan dan Obat" pada tanggal 7 Juli 2017 di ruang pertemuan lantai 3 UM Pontianak dengan narasumber Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Kalimantan Barat (Nora Idiyawati, S.Si., M.Si).

Acara diikuti oleh 100 mahasiswa yang berasal dari mahasiswa Pendidikan Kimia dan perwakilan masing-masing Prodi di lingkungan UM Pontianak. Pada acara ini telah hadir Auditor senior dan pendiri LPPOM MUI Kalimantan Barat, Bapak Dr. Agus Wibowo, M. Si dan perwakilan dari LPPOM MUI Kalbar (Rika Desi W). Kuliah umum tersebut merupakan hasil kerjasama antara LPPOM MUI dan UM Pontianak. Pada acara ini juga disepakati kerjasama/Memorandum of Understanding (MoU) antara LPPOM MUI Kalimantan Barat dan UM Pontianak yang ditandatangani oleh Rektor UM Pontianak (Bapak Helman Fachri, SE, MM) dan Direktur LPPOM MUI Kalimantan Barat (Nora Idiyawati, SE, MM)

LPPOM MUI adalah lembaga yang bertugas kuat untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk baik pangan dan turunannya, obat-obatan dan produk kosmetika aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan maupun ajaran agama Islam di wilayah Indonesia. Selain itu, lembaga ini memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada layanan masyarakat.

Berbicara sertifikasi halal pertanyaan besarnya, apa itu  sertifikasi halal? Menurut website resmi LPPOM MUI Indonesia, sertifikasi halal  adalah fatwa tertulis majelis ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. sertifikasi halal merupakan syarat untuk mendapatkan ijin mencantumkan  label halal pada kemasan suatu produk dari instansi yang berwenang. Adapun tujuan sertifikasi halal adalah memberi kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga memberikan ketenteraman batin bagi konsumen yang mengkonsumsinya. Kesinambungan status kehalalan suatu produk diberikan oleh produsen dengan menerapkan sistem jaminan halal. Mengingat makanan yang kita konsumsi umumnya dibuat dari bahan-bahan yang sudah mengalami rangkaian proses di pabrik, lalu bahan-bahan itu akan diolah kembali dengan proses yang lumayan rumit pula. Sehingga banyak parameter yang ditinjau untuk mengatakan bahwa suatu produk itu masih halal atau sudah berubah menjadi subhat atau justru haram.

Sertifikasi Halal pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menenteramkan hati para konsumen. Kesinambungan proses produksi halal dijamin oleh produsen dengan cara menerapkan sistem jaminan halal. Abrori dari berbagai Sumber

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran