Menyiapkan Slide

Bela Negara Harus Dilaksanakan Abrori / 25-May-2017 15:05:28

Kran kebebasan dan keterbukaan yang dinikmati bangsa Indonesia pasca berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru membawa dampak ikutan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Di antaranya, yang secara faktual menggelayuti bangsa ini, adalah munculnya konflik sosial dan radikalisme yang hingga kini tampak belum berakhir juga.

Sejak era itu, Indonesia menjadi “pasar” yang sangat terbuka bagi ideologi manapun. Termasuk paham radikal dan ekstrimis pun masuk tanpa ada hambatan yang berarti. Pada perkembangan selanjutnya, paham ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat yang masih berada pada masa transisi, dari otoritarianisme menuju demokrasi. Jika ditarik benang merah dari pemaparan di atas, maka pemahaman sempit ini pun sesungguhnya merupakan salah satu ekses dari keterbukaan dan kebebasan yang disediakan oleh system demokrasi yang belum menemukan wajah idealnya.

Karenanya mahasiswa diberikan bekal guna menangkal akan paham tersebut. Salah satunya dengan mengikut sertakan mahasiswa dalam Seminar Pemberdayaan Wilayah Pertahanan di daerah Kalbar. Seminar pemberdayaan ini dilaksanakan pada 25/42017, di Grand Hotel Kartika yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Perwakilan pelaksana tugas pokok (PTP) Kemhan Provinsi Kalbar.

Tujuan seminar ini adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam ruang lingkup kampus-Mahasiswa-untuk bersama-sama menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI, hal ini sesuai dengan tema seminar yaitu : “Meningkatkan Semangat Bela Negara dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh”. Jumlah peserta yang mengikuti acara ini sekitar 100 orang, yang terdiri dari BEM Universitas dan LSM di Pontianak. Dalam Acara ini turut diundang adalah Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, Rektor UNTAN, Pangdam XII dan lain-lain. Selain itu, ada tiga pemateri yang telah menyampaikan bahasannya yaitu Dr. H. Ngusmanto, M.Si (Dosen FISIP UNTAN), Kolonel Inf. Arief Wahyudi (PTP Kemhan Kalbar) dan Tarmizi Samad (Kebangpol Kalbar).

Bela Negara harus dilaksanakan oleh seluruh warga NKRI, dengan menjaga keamanan, keselamatan dan kesejahteraan NKRI. Proses dari pendidikan bela negara meliputi 3 hal yakni knowing the good (mengetahui hal-hal yang baik), loving the good (menumbuhkan rasa cinta terhadap hal-hal yang baik, dan doing the good (melakukan atau mempraktekkan hal-hal yang baik). Dengan menerapkan ketiga poin ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kalbar dapat bersatu untuk membela Negara, yaitu wilayahnya dan tanah air tercinta yakni Indonesia*.

Tika Pratiwi (menteri sekretaris negara)/diedit oleh Abrori

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran