Menyiapkan Slide

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1r1j) Di Kota Pontianak Pebli hardi / 13-Apr-2017 10:04:39

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh negara-negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia.

Deman Berdarah merupakan salah satu Vektor Borne Disease. Saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia yang dapat menyebabkan lebih dari 1 juta kematian setiap tahunnya. Penyakit tersebut bersifat endemis maupun epidemi dan sering menimbulkan kematian dalam waktu singkat.

Kalimantan Barat mencatat kasus dengue tahun 2015 sebanyak 1108 kasus (14 Kab/Kota) dengan angka kesakitan/IR provinsi 23,40 per 100.000 penduduk (IR nasional 49/100.000) dan angka kematian/CFR provinsi = 1,35% (CFR nasional ≤ 1%) (Dinkes Provinsi Kalbar 2015). Kota Pontianak merupakan daerah endemis dengue. Terlihat dari kecenderungan fluktuasi, di setiap tahunnya sehingga perlu kewaspadaan, tidak hanya dari Pemerintah tetapi peran serta masyarakat dari tingkat keluarga/tingkat rumah tangga.

Surveilans vektor dengan menggunakan metode survei jentik menjadikan kegiatan pengendalian yang penting dalam pengendalian penyakit DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk pengendalian jentik nyamuk (DBD) melalui Gerakan 1 (Satu) Rumah 1 Jumantik.  Sebagai pilot projek dipilih 100 rumah di RW 9 kelurahan Sungai Bangkong yang akan kita bentuk setiap rumah 1 Kader Jumantik yang berasal dari anggota keluarga tersebut.

Mengapa daerah tersebut dijadikan pilot projec? Menurut data Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu daerah endemis DBD dengan wilayah dengan kasus DBD tahun 2014 terjadi 16 kasus, 2015 sebanyak 7 kasus dan tahun 2016 sebanyak 7 kasus. Di ini terdapat 3 RW endemis DBD, yaitu RW 6,7 dan 9. Dari ketiga RW tersebut RW 9 merupakan daerah dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) terendah yaitu sebesar 63,33 % (ABJ Nasional ≥ 95%) dengan jumlah kasus DBD 1 kasus pada tahun 2016.

Hal ini diharapkan setiap anggota keluarga dapat memantau dan bertanggung jawab langsung tentang pengendalian jentik pd container di rumah mereka. Sehingga dapat meningkatkan AJB di daerah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah yaitu Pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengan melalukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), 3M+, melalui  Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Fakutlas Ilmu Kesehatan UM Pontianak bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan PT Mahakam Beta Farma.  Pada kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Pontianak, dan dibuka langsung Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan dihadiri sebanyak 160 peserta stakeholder dan masyarakat di Kota Pontianak. Abrori

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran