Menyiapkan Slide

FPIK UM Pontianak Bekerja Sama BPSPL Membangun Kawasan Pesisir Pebli hardi / 10-Apr-2017 10:04:46

Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh yang sering kita jumpai belakangan ini adalah masalah abrasi pantai. Abrasi pantai ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kalimantan Barat. Masalah ini perlu penanganan serius dan segera diatasi karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.

Secara kajian berbicara Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi semakin menyempit, Akan tetapi apabila dibiarkan begitu saja akibatnya bisa menjadi lebih berbahaya. Seperti kita ketahui, negara kita Indonesia sangat terkenal dengan keindahan pantainya. Setiap tahun banyak wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Indonesia untuk menikmati panorama pantainya yang sangat indah seperti pantai-pantai di pulau dewata, pangandaran dan wisata raja Smpat, sedangkan di Kalimantan Barat seperti halnya Miniland, pasir panjang dan lain-lain. Apabila pantai sudah mengalami abrasi, maka tidak akan ada lagi wisatawan yang datang untuk mengunjunginya. Hal ini tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia khususnya Kalimantan Barat karena secara otomatis devisa negara dari sektor pariwisata akan mengalami penurunan. Selain itu, sarana pariwisata seperti hotel, restoran, dan juga kafe-kafe yang terdapat di areal pantai juga akan mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit.Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut. Banyak penduduk yang akan kehilangan tempat tinggalnya akibat rumah mereka terkena dampak dari abrasi.

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa dampak dari abrasi sangat berbahaya bagi kehidupan. Dampak-dampak utama saat ini berupa polusi, abrasi, erosi dan sedimentasi,kerusakan kawasan pantai seperti hilangnya mangrove, degradasi daya dukung lingkungandan kerusakan biota pantai/laut.

Ini yang digarap oleh Prodi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan FPIK UM Pontianak yang telah berhasil bekerja sama dalam membangun kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak.

Adapun tujuan dari kerja sama tersebut adalah pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir yang mengelola adalah semua orang dengan objek segala sesuatu yang ada di wilayah pesisir. Contohpengelolaan wilayah pesisir adalah  pengelolaan perikanan, pengelolaan hutan pantai, pendidikan dan kesehatan. Yang paling utama dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah fokus pada karakteristik wilayah dari pesisir itu sendiri, dimana inti dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah kombinasi dari pembangunan adaptif, terintegrasi, lingkungan, ekonomi dan sistem sosial. Abrori

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran