Menyiapkan Slide

Enumerator untuk Pengelolaan Ekosistem Mangrove Pebli hardi / 29-Mar-2017 14:03:12

Secara umum terdapat tiga komponen pokok yang harus diperhatikan dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove khususnya dan sumberdaya alam pesisir dan laut umumnya yaitu; aktifitas sosial (Social processes), ekonomi (Economic processes) dan sumberdaya alam itu sendiri (Natural processes). Ketiga komponen ini saling terikat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari aspek sosial-ekonomi, budaya dan estetika manusia membutuhkan sumberdaya alam untuk dapat meneruskan kehidupannya, di sisi lain keberadaan atau kelestarian sumberdaya alam (SDA) khususnya pesisir dan laut sangat tergantung pada aktifitas manusia sebagai pengguna (User) utama dari sumberdaya alam ini.

Sebagai suatu ekosistem hutan, mangrove sejak lama telah diketahui memiliki berbagai fungsi ekologis, di samping manfaat ekonomis yang bersifat nyata, yaitu menghasilkan kayu yang bernilai ekonomi tinggi. Dibandingkan dengan ekosistem hutan lain, ekosistem hutan mangrove memiliki beberapa sifat kekhususan di pandang dari kepentingan keberadaan dan peranannya dalam ekosistem SDA, yaitu : Pertama letak hutan mangrove terbatas pada tempat-tempat tertentu dan dengan luas yang terbatas pula. Kedua Peranan ekologis dari ekosistem hutan mangrove bersifat khas, berbeda dengan peran ekosistem hutan lainnya. Dan ketiga hutan mangrove memiliki potensi hasil yang bernilai ekonomis tinggi.

Dari hal di atas Lembaga Penelitian dan Pengabdian UM Pontianak mengadakan pelatihan enumerator. Pelatihan ini dilakuakan LPPM mengingat dapat support dari WWF. Pelatihan enumerator diperuntukan kepada mereka yang belum pernah melakukan kegiatan pencacahan, melainkan juga bagi mereka yang telah memiliki pengalaman melakukan kegiatan pencacahan.

Bagi mereka yang belum pernah melakukan kegiatan pencacahan atau menjadi seorang enumerator, pelatihan akan memberikan pemahaman mengenai teknik bertanya dan teknik mendengar yang baik serta teknik mencatat yang rapi. Pelatihan ini juga akan memberikan informasi mengenai substansi dari pertanyaan-pertanyaan yang ada pada quisioner. Sementara, untuk mereka yang pernah menjadi seorang enumerator, pelatihan enumerator lebih diarahkan kepada substansi dari pertanyaan-pertanyaan yang ada pada quisioner.

Memfasilitasi kegiatan pelatihan enumerator, tentunya harus dapat menggugah para peserta untuk dapat memiliki teknik bertanya dan teknik mendengar yang baik. Mental dari para peserta perlu dipupuk agar memiliki keyakinan pada saat bertanya kepada responden. Proses ini tentunya tidak cukup dengan memberikan teori saja, melainkan praktek dikelas serta simulasi ke lapangan.

Substansi dari pertanyaan-pertanyaan yang ada pada quisioner tentunya perlu dijelaskan dengan metode dua arah agar para peserta lebih memahami maksud dan tujuan dari kegiatan riset yang akan lakukan. Abr

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran