Baitul Arqam Sebagai Wujud Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan

  11-Sep-2018 22:09:24     abrori
Click pada image untuk tampilan penuh

Baitul Arqom telah selesai diadakan selama beberapa. Acara yang digagas oleh Al-Islam dan Kemuhamdiyahan UM Pontianak ini dikatkan sukses. Dari mulai Pembicara yang diagendakan  sebagai pembicara, tempat yang nyaman, dan antusiasme peserta. Pada sesi darul arqom ini panitian mencoba menjelaskan bahwa tema kegiatan tersebut “Mengukuhkan komitmenke-Islaman dan Kemuhammadiyahan pada civitas akademika UM Pontianak”. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 07 sampai 09 September 2018, peserta yang aktif mengikuti sejumlah 33 orang yang terdiri atas dosen dan kariyawan di lingkungan UM Pontianak. Adapun tempat yang dipilih untuk berkegiatan adalah UPT Poltekes Pontianak. Kegiatan ini mengundang narasumber H.Fathurrahman Kamal, Lc, MA, Dr. Pabali Musa, M.Ag, Abdul Somad, Hermato, M.Pd.I dan Rektor UM Pontianak. Adapun tujuan acara ini untuk memahami ajaran kemuhammadiyahan lebih mendalam.

Abdul Somad mengatakan “Menurut K.H Ahmad Dahlan bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap individu. Mengingat dakwah merupakan tuntunan ajaran Islam.  Menurut telaah KH Ahmad Dahlan dakwah terbagi menjadi dua yaitu: bilLisan yang dilakukan oleh seorang Da’I melalui ceramah, pidato, dan khutbah dan Bil Hal yang dilakukan dengan perbuatan nyata, sehingga dakwah ini lebih berorentasi pada pengembangan masyarakat. Hal ini atas dasar firman Allah dalam surah Ali Imran 104. K.H Ahmad Dahlan selama berdakwah tidak pernah menulis yang dia pahami tentang agama Islam, namun beliau langsung mengajarkan kepada muridnya”. Jelasnya

Lanjutnya beliau mengatakan“ warga Muhammadiyah harus berani berkorban untuk membantu warga Muhammadiyah lainnya yang mendapatkan kesulitan, itulah yang disebut Muhammadiyah. Saya berharap, yang hadir di sini ikut terlibat di dalam kemuhammadiyahan sehingga, jika suatu saat anda tidak hadir diacara kemuhammadiyahan merasa ada yang hilang dari diri anda”.Terangnya

Deni Ramadhandari salah satu peserta dari ICT UM Pontianak menayakan “maksud dari hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah?” pak Abu Somad menjawab “itu maksudnya menggerogoti Muhammadiyah, menjadikan Muhammadiyah sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Berbeda kerja secara professional, itu bukan mencari hidup di Muhammadiyah, tetapi itu bagian dari hak yang diterima dari kerja kita”. Pungkasnya

Rektor UM Pontianak dalam sesi penutupan Baitul Arqom menceritakan sejarah awal mulanya kampus UM Pontianak berdiri. Beliau bercerita merasakan betul bagaimana sakitnya membangun kampus UM Pontianak yang sebelumnya belum mempunyai Visi, namun setelah mempunyai Visi yang jelas kampus kita semakin dikenal dan berkembang hingga sekarang. Beliau menekankan pelayanan kepada mahasiswa maupun tamu yang datang ke UM Pontianak harus dilayani dengan ramah dan murah senyum agar mereka selalu ingin berkunjung ke sini.

Baitul Arqam ini diadakan dengan harapan tercapainya beberapa tujuan diantaranya: Pertama  harmonisasi hubungan antara pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan UM Pontianak; kedua  menyegarkan kembali niat awal para dosen dan karyawan dalam mengabdi dan berkarya di UM Pontianak

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
[email protected]
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - [email protected] Custom Site/App Builder. Achmad Albaar