Mahasiswa Berperan dalam Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

  11-Sep-2018 14:09:53     abrori
Click pada image untuk tampilan penuh

Kampus sebagai tempat kaum intelektualdan mendidik agen of changebagi masyarakat, memiliki tanggung jawab dalam upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa. Salah satu bentuk nyata adalah mahasiswa berperan dalam upaya kampus bebas narkoba, termasuk upaya mahasiswa dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Kampus bebas narkoba tidak hanya diartikan kondisi kampus yang civitas akademikanya terbebas dari penyalahgunaan narkoba, namun lebih dari itu, bahwa civitas akademika terutama mahasiswa menjadi motor penggerak dalam upaya membebaskan narkoba di lingkungan masyarakat. UM Pontianak berperan dalam hal tersebut. Setaiap kegiatan penyambutan mahasiswa baru selalu melibatkan instansi pemerintah dalam hal sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Salah satunya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar. Acara yang dikemas dengan mengangkat tema “Narkoba Ancaman Generasi Muda”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama UM Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru UM Pontianak tahun akademik 2018/2019.  Adapun narasumber acara ini antara lain BKKBN, BNN Provinsi Kalimantan Barat dan Kominfo Kota Pontianak, turut hadir dalam kegiatan ini adalah wakil rektor 3 Bapak Dr. Mawardi, MM. Adapun tujuan kegiatan ini adalah sosialisasi dan pencegahan mahasiswa dari penyalahguna narkotika.

AKBP. Agus Sudiman, SE mengatakan “saat ini jumlah Prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia cukup tinggi. Ini mengakibatkan Indonesia menjadi sasaran peredaran gelap narkotika. Pengguna narkotika dibagi setidaknya menjadi 3 kategori yaitu, tahap mencoba memakai narkotika dengan jumlah sekitar 1,6 juta orang; teratur dalam memakai narkoba dengan jumlah sekitar 1,4 juta orang dan pecandu narkoba ada sekitar 943 ribu orang. Sedangkan di tingkat mahasiswa penyalahguna narkotika Kota Pontianak di 3 tahun terakhir sebagai berikut; tahun 2016 (2%) dari jumlah pelapor 226, tahun 2017 (1%) dari jumlah pelapor 163, dan tahun 2018 (4%) dari jumlah pelapor. Coba dianalisa jika satu orang menggunakan 1 gr dari 1 kg narkoba, akan ada100 ribu orang pengguna narkoba”. Jelasnya

Lebih lanjut beliau mengatakan “Seorang Bandar narkoba tidak khawatir dengan konsumen, dia tahu pengguna yang membeli akan menjadi pelanggan tetapnya. Sebab jika seseorang sekali menggunakan narkotika akan semakin mengalami penasaran dan tentu akan bertambah jumlah yang dikonsumsinya bukan menetap. Hal ini, karena narkotika mempunyai zat adiktif.  Orang semakin ingin menggunakan narkotika. Seorang pengedar juga pandai mencari konsumen. Mereka memiliki sasaran konsumen yang sedang galau, dan tahu seseorang mendapat masalah. Untuk itu kalau kami tidak melakukan sosialisasi tentang narkoba terhadap generasi masa depan ini. Saya yakin 10 tahun kedepan Indonesia akan kehilangan generasi mudanya. Bagaimana cara menghindarinya yaitu dengan, jangan memilih tempat kos yang isinya para pengguna narkoba, dan jangan memilih tempat tinggal di daerah rawan narkotika apalagi di sini mahasiswa tidak tinggal sama keluarga. Saya bukan menakut-nakuti, tetapi tidak ingin mahasiswa yang saat ini sedang menimba ilmu di UM Pontianak menjadi gagal karena menggunakan narkotika. Ingat uang yang dikirimkan orang tua jangan di gunakan untuk membeli barang haram itu”. Ungkapnya.

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
[email protected]
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - [email protected] Custom Site/App Builder. Achmad Albaar