Rekayasa sosial dalam Kesehatan Masyarakat

  15-Jul-2018 11:07:44     abrori
Click pada image untuk tampilan penuh

Salah satu mata kuliah yang ada dipeminatan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak adalah mata kuliah Rekayasa Sosial atau lebih kerennya (Social engineering). Mata kuliah ini merupakan campur tangan gerakan ilmiah dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk mempengaruhi perilaku dan perubahan sosial pada aspek kesehatan masyarakat. Mengingat kesehatan masyarakat sangat dekat dengan persoalan yang ada di lapangan dan selalu dinamis dengan perkembangan zaman. Rekaya sosial merupakan sebuah jalan mencapai sebuah perubahan perilaku dan perubahan sosial secara terencana. Gerakan ilmiah yang dimaksudkan disini adalah sebuah gagasan atas perubahan tingkat/taraf kehidupan masyarakat demi tercapainya kesejahteraan dan kemandirian.

Mata kuliah ini mencoba bagaimana gagasan yang selama ini ada di dunia akademik, kemudian diimplementasi untuk melakukan suatu perubahan perilaku pada masyarakat. Gagasan tersebut sangat dinikmati oleh mahasiswa ketika mata kuliah tersebut divisualisaikan dalam bentuk film. Mata kuliah ini mencoba menyampaikan isu HIV dan AIDS kepada masyarakat lewat film tersebut. Mengapa memilih isu HIV dan AIDS? HIV dan AIDS adalah salah salah penyakit yang banyak menimbulkan aspek stigma dan diskriminasi. Mengingat isu tersebut belum cukup tersosialisasi di masyarakat, karenanya penting untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada masyarakat secara umum sekaligus sedikit memberikan cara pandang bahwa HIV tidak mudah menular begitu saja. Lewat mata kuliah rekaya sosial ini mencoba menawarkan solusi mengatasi persoalan kesehatan masyarakat tersebut.      

Abrori, M.Kes selaku pengampu mata kuliah ini mengatakan bahwa “mata kuliah ini mencoba cara pendekatan dengan cara yang berbeda, mahasiswa kami ajak melihat sebuah kasus berdasarkan artikel, film, studi kasus termasuk data. Setelah mereka melihat fakta tersebut kemudian mahasiswa kami ajak bagaimana mengatasi persoalan tersebut. mengingat  munculnya Perubahan sosial sekaligus perubahan perilaku pada masyarakat akibat adanya problem-problem sosial sebagai adanya perbedaan antara das sollen (yang seharusnya) dengan das sein (yang nyata). Tindakan kolektif untuk memecahkan masalah sosial (collective action to solve social problems). Biasanya ditandai dengan perubahan bentuk dan fungsionalisasi kelompok, lembaga atau tatanan sosial yang penting. Tidak hanya itu saja mereka diajak ke titik sebuah komunitas yang terdampak”, terangnya

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
[email protected]
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - [email protected] Custom Site/App Builder. Achmad Albaar