Persyarikatan Gerakan Plan Bukan Gerakan by Kasus Abrori / 02-Jan-2018 16:01:14

Beberapa saat yang lalu UM Pontianak ke datangan tamu. Beliau Prof. Dr. Muhajir Effendy,  M.A.P. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956, beliau adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja. Beliau menjabat sejak 27 Juli 2016  menggantikan Anies Baswedan. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode yaitu tahun 2000–2016. Selain itu, Prof Muhadjir adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara dimoderatori oleh Bapak Heriansyah, SH.,SHI.,M.Pd. Sambutan oleh Ketua Pengurus Wilayah Kalimantan Barat Dr H Pabali Musa, M.Ag kemudian dilanjutkan ceramah oleh Prof Muhajair. Acara dikemas dengan silaturahmi dan pengarahan cukup gayeng. Beliau menyampaikan ceramahnya terkait dengan pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini masih kuat apabila dibandingkan dengan negara lain yang saat ini dalam keadaan melambat dan ekonomi global yang tengah lesu. Hal tersebut terbukti dari Indonesia yang masuk dalam tiga besar negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik dalam Forum G-20. “Semua negara mengalami tekanan ekonomii. Negara kita di G20 berada pada posisi 3 besar di bawah India dan RRC. Ini patut kita syukuri,Pemerintah dan Bank Indonesia menyebut pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun sebesar 5,05. Pungkasnya

Kedua Pendidikandiyakinimenjadi salah satu daya ungkit utama kemajuan sebuah bangsa. Hal ini, karena pendidikan adalah strategi yang paling efektif dan solutif sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan pembangunan mulai dari kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga minimnya inovasi serta persoalan kehidupan lainnya. Menghadirkan pendidikan yang berkualitas, terjangkau dan dapat dirasakakan semua warga negara tanpa diskriminasi secara otomatis mengurai berbagai persoalan pembangunan.

Dan ketiga  Pembangunan kawasan perbatasan belum seimbang dengan sumber daya alam yang tersedia hasilnya. Sebagai akibat belum ditatanya pembangunan daerah Perbatasan secara baik dan potensi menimbulkan kesenjangan pembangunan, baik di bidang kesejahteraan maupun di bidang pendidikan dan lain-lain. Hal ini, dibuktikan dengan masih banyaknya daerah -daerah di sekitar perbatasan yang tidak terjamah oleh pembangunan pemerintah. masalah SDM di daerah perbatasan, masih sangat memprihatinkan dan memerlukan penanganan yang serius. Permasalahan yang dihadapi rata-rata mengalami kekurangan tenaga guru. Karenanya fokus pemerintahan sekarang pembangunan dari desa guna mengatasi persoalan tersebut.

Beliau juga mengutip salah satu ayat Al qur’an Surat At- Taubah 112 dikatakan bahwa kewajiban seorang mukmin adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. Yang terakhir beliau mengajak pada semua pihak untuk mengikuti dan berpartisipasi guna mengatasi persoalan bangsa ini. kalau bukan kita siapa lagi. Karena persyarikatan merupakan gerakan plan bukan gerakan by kasus.

Akreditasi Institusi
Dan Program Studi

Selengkapnya

Mahasiswa Baru
UM Pontianak

Informasi Pendaftaran