Pink-Blue Day: Edukasi Pencegahan Kanker Serviks dan Payudara

  29-Oct-2017 17:10:40     abrori     0 Hit
Click pada image untuk tampilan penuh

Kanker  payudara dan  kanker serviks  merupakan penyebab kematian perempuan akibat kanker. Setiap tahun persentase pengindap kanker payudara terus mengalami peningkatan. Berdasarkan riset sebanyak 18,2% kematian akibat kanker di seluruh dunia berasal dari kanker payudara. Jumlah pasien kanker payudara sebanyak 28,7 persen dari total  pasien kanker. Di Indonesia, kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi  dengan angka 21,5 per 100.000. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit berbahaya yang cenderung menyerang kaum perempuan. Kanker ini adalah salah satu jenis penyakit yang cukup menakutkan bagi seorang perempuan setelah kanker serviks. Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti kanker tersebut. Namun, penelitian menyebutkan faktor dominan biasanya dipicu oleh faktor usia, genetika, riwayat kanker dalam keluarga dan gaya hidup.

Deteksi dini kanker payudara dengan Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada atau tidak perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. Namun ada perubahan tertentu yang perlu diwaspadai karena menjadi indikasi adanya penyakit. Sadari dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bantuk apakah ada tidaknya perubahan pada payudara, namun jika sebaliknya segera dikonsultasikan agar tidak mengalami keterlambatan dan segera ditangani. Mengingat dari segi pengobatan kanker payudara memerlukan proses panjang dan biaya relatif mahal.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah Pertama mengkampanyekan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara kinis (Sadanis). Kedua mengkapnyekan gerakan keluarga peduli kanker serviks dan kanker payudara dan ketiga  mengkampanyekan Gerakan Infak Sayang Ibu (Gisi) sebagai aksi fund raising secara kolektif untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak.

Yumiharti selaku Ketua panitia mengatakan “Pink Day merupakan  bulan   peringatan kepedulian kanker, warna pink menjadi ikon bentuk kepedulian. Sedangkan Blue merupakan   Ikon warna bagi kepedulian terhadap kanker serviks dan payudara. `Aisyiyah’ merupakan  organisasi perempuan yang memiliki perhatian pada isu-isu kesehatan  dan   perempuan miskin,  salah  satunya tentang  pencegahan   kanker serviks dan  payudara. Penting untuk menyadari bagaimana deteksi dini menjadi kunci seseorang untuk mencegah kanker tersebut. Salah satunya untuk menyadari bagaimana bentuk normal payudara dan ada tidaknya perubahan dari waktu ke waktu. Pada peringakatan kali ini mengangkat tema Keluarga Peduli  Kanker  Serviks dan Kanker  Payudara".  Pungkasnya

Dalam rangka meramaikan Kegiatan Pink-blue Day, ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain; Kampanye yang melibatkan pemerintah tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, Lembaga swadaya masyarakat dan pihak swasta; pemilihan duta “keluarga peduli kanker serviks dan payudara”; pembuatan media Komunikasi, Informasi dan edukasi; penggalangan dana melalui berbagai pihak; Mengadakan kegiatan edukasi baik Talk Show Radio maupun TV Lokal dengan Tema “Edukasi pencegahan kanker serviks dan  payudara terutama pada perempuan dan remaja dan Gerakan keluarga  peduli  kanker serviks dan payudara”. Kegiatan puncak dilaksanakan di halaman Masjid raya Mujahidin pada tanggal 29 Oktober 2017. Abrori  

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
kontak@unmuhpnk.ac.id
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - sh4rp.development@gmail.com