Komitmen Modal Dasar Menggerakkan & Mengembangkan Persyarikatan

  13-Jun-2017 18:06:57     abrori     0 Hit
Click pada image untuk tampilan penuh

Salah satu momen yang dinantikan saat bulan ramadhan tiba adalah buka bersama. Istilah kebersamaan terkait cara menikmati berbuka puasa yang dilakukan dengan penuh makna ini. Bukber tentu mempunyai beragam maksud dan tujuan. Nilai utama dari Bukber sebenarnya berkait erat dengan setting atau tempat dimana dilaksanakan kegiatan bukber tersebut. Terkait tempat memang bisa dilaksanakan dimana saja mulai dari rumah, warung, café, rumah makan, mall, taman atau tanah lapang sekalipun. Tetapi apabila mengandung misi sosial biasanya settingan tempat berada di panti asuhan, panti yatim, panti jompo, jalanan, komunitas kaum pinggiran.

Setidaknya UM Pontianak mengadakan Bukber dengan seluruh staf dosen, karyawan dan mahasiswa. Acara di kemas dengan dialog yang dipandu langsung oleh Bapak Rektor UM Pontianak sebagai pembicara Prof Syafiq A Mughni, MA., Ph.D di Aula Lantai 3, kemudian istirahat sholat Ashar. Setelah shoalat Ashar dilanjutkan di Aula Lantai dasar pengajian umum untuk warga dan simpatisan Muhammadiyah.

Prof. Syafiq A Mughni adalah Ketua PWM Jawa Timur periode 2005-2010 ini dilahirkan di Lamongan, 15 Juni 1954.Menamatkan pendidikan dasar di MI Muhammadiyah Lamongan dan MA 6 Tahun di Pesantren Persis Bangil. S1 diselesaikan di IAIN Surabaya, kemudian melanjutkan pendidikan di UCLA Amerika Serikat untuk meraih gelar S2 dan S3-nya. Pernah bekerja menjadi Dekan Fakultas Adab IAIN Surabaya. Pernah menjabat sebagai Rektor UMSidoarjo 2001 - 2006.

Saat ini menjabat sebagai Ketua PPMuhammadiyah periode 2015 – 2020 dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa Muhammadiyah didirikan untuk sebuah cita-cita. Bukan hanya kepentingan pragmatis, tetapi ada ideologi dan cita-cita yang menggerakkan lahirnya persyarikatan. “Maka dari itu adanya komitmen, bagaimana mewujudkan cita-cita Muhammadiyah. Sesungguhnya kita memiliki modal banyak. yang menjadi dasar untuk menggerakkan dan mengembangkan persyarikatan Muhammadiyah,” ucap Syafiq dalam pengajian Ramadhan 1438 H di UM Pontianak. Modal yang pertama menurut Syafiq ialah pemikiran Islam yang berkemajuan, sangat penting dan menjadi karakteristik Muhammadiyah yang orientasi ke depan. Islam berkemajuan sangat diharapakan oleh negeri ini, bahkan dunia internasional,” ungkapnya.

Modal yang kedua ialah sumber daya manusia yang dimiliki. Ada persoalan kuantitas dan persoalan kualitas. Untuk persoalan kuantitas, menurut Syafiq Muhammadiyah sudah dikenal organisasi yang sangat besar. Persoalan yang diahadapi adalah perihal kualitas. “Apakah kita sudah memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi sebuah gerakan. Awal-awal kelahiran persyarikatan, anggota-anggota Muhammadiyah cukup mumpuni secara intelektual dan ekonomi, sehingga mampu walupun sedikit, bisa berbuat untuk masyarakat. Namun, karena dakwah amar maruf nahi munkar, maka keduanya harus dipacu, dengan prioritas kualitas yang lebih diutamakan.

Modal ketiga yaitu amal usaha Muhammadiyah yang mandiri dan profesional. Jika hanya berwacana, tanpa basis yg konkrit sebagai syiar maka akan menjadi seperti organisasi-organisasi yang lain, yang pernah ada.  Beliau menyebutkan modal tersebut sebagai budaya organisasi Muhammadiyah, yakni spirit beramal, fastabiqulkhoirot, Amal Usaha Muhammadiyah tumbuh dari bawah, dan komitmen pada persyarikatan pungkasnya.

Berbagai sumber diedit oleh Abrori

Terkait

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
kontak@unmuhpnk.ac.id
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - sh4rp.development@gmail.com