Ikan Mirip Lumba-lumba Diamankan Nelayan Sukadana, Ini Bentuk Ikannya

  02-Dec-2016 15:12:03     pebli     0 Hit
Pesut (Orcaella brevirostris)
Click pada image untuk tampilan penuh


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA -Ikan Pesut, yang mirip dengan ikan lumba-lumba diamankan satu diantara nelayan Sukadana dalam kondisi mati.

Berdasarkan keterangan nelayan, ikan tersebut ditemukan 2 ekor dalam kondisi mati, yang sangkut di jaring miliknya.

Melihat kondisi ikan pesut yang sudah mati dirinya berniat untuk membuang ikan tersebut kelaut namun kapal nelayan lain meminta ikan tersebut untuk di bawa ke pelabuhan Sukadana.

"Sudah mau di buang karena sudah mati tapi ada kawan (nelayan) minta jadi saya kasi saja," terang nelayan yang enggan disebutkan namanya ini.

Ikan Pesut ini pun akhirnya di potong warga untuk dibagi-bagikan kepada warga.

Dua ekor Pesut. Menurut nelayan yang mendapatkannya, yang satu kira-kita beratnya sekita 40 kilo dan satunya lagi seberat 90 kilo.

Menurut satudiantara peneliti asal Kalimantan Barat Drh Dio, yang saat ini sedang mengambil S2 di Udayana Bali mengatakan, Pesut merupakan hewan mamalia yang Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut (Orcaella brevirostris).


Pesut ini menurutnya, hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.

Di Indonesia, tambahnya, banyak terdapat di sungai Mahakam, Kalimantan Timur, sehingga dinamakan Pesut Mahakam.

Pesut Mahakam adalah satudiantara sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris) selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar), sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina).

"Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya," ucap Dio saat dihubungi melalui telephone.

Ditambahkannya pula, Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia.

Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kritis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.

Dan di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

"Sebenarnya masalah masyarakat yang mengkonsumsi ikan ini, sangat komplek. Jika masyarakat menemui hal seperti ini. Yang harus mereka lakukan adalah segera melaporkan ke instansi terkait. Seperti BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) atau BPSPL (Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut). Jika terjerat dan masih berpeluang hidup, sebaiknya segera dilepaskan dari jaring dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging mamalia yang terdampar atau tersangkut tersebut," jelas Dio.


Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
[email protected]
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - [email protected]