Komite Kesehatan Bencana RS Muhammadiyah Lamongan Terjunkan Personil Untuk Evakuasi Korban Perahu Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

  09-Oct-2016 14:10:35         22 Hit
Click pada image untuk tampilan penuh

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN-- Kejadian perahu tenggelam di sungai Bengawan Solo perbatasan Kabupaten Tuban – Kabupaten Lamongan  pada Jum’at (7/10) pukul 09.00 WIB yang menelan korban sebanyak 25 orang santri Pondok Pesantren Langitan yang hendak ke pasar Babat dengan menggunakan perahu, menurut keterangan warga setempat, perahu tersebut oleng karena terlalu banyak muatan dan derasnya arus sungai Bengawan Solo. Sementara menurut keterangan yang didapat dari PUSDALOPS BPBD Kab. Tuban jumlah korban tenggelam sebanyak 25 orang santri, di antara 25 korban tenggelam tersebut 17 orang selamat dan 8 orang masih belum ditemukan.

Hal ini membuat tim Komite Kesehatan Bencana (KKB)  RS Muhammadiyah Lamongan tergerak untuk ikut serta dalam proses pencarian korban tenggelam, menerjunkan 4 orang personel dengan peralatan water rescue lengkap beserta 1 ambulans untuk ikut serta dalam proses pencarian dan evakuasi korban di sekitar tempat kejadian bencana.

“Untuk pagi ini (8/10) Tim KKB RS Muhammadiyah Lamongan ikut serta dalam persiapan operasi di pos SMC, kegiatan awal yakni brifing tim yang dibuka olek Kalaksa BPBD Kab. Tuban, operasi pagi ini ada 9 tim yang di terjunkan untuk menyisir sungai Bengawan Solo, area pencarian dibagi menjadi 3 titik, yaitu jembatan Widang Tuban, jembatan Widang ke timur sampai Sudetan dan Sudetan sampai ke Bendung gerak Babat,” ungkap Farobi, anggota tim KKB RSML.

Ditambahkan oleh Farobi “Kondisi arus Bengawan Solo untuk pagi ini cukup tenang, walaupun pagi tadi disertai dengan gerimis, Tim KKB RS Muhammadiyah Lamongan membagi diri untuk menjadi 2 tim, tim darat dan tim air, untuk tim air membawa perahu menyisiri 2 titik yaitu pada titik jembatan Widang ke arah timur sampai Sudetan, sementara tim darat siap dengan ambulans untuk mengevakuasi korban apabila telah ditemukan,” jelasnya.

Sampai pada saat ini belum ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi pencarian korban yang dikoordinasi langsung oleh BASARNAS dan BPBD Kab. Tuban serta BPBD Kab. Lamongan, selain melibatkan POLSEK dan KORAMIL setempat juga melibatkan BPBD Kab. Gresik, KKB RS Muhammadiyah Lamongan, KKB RS Muhammadiyah Gresik serta melibatkan warga setempat dan para warga pondok pesantren Langitan untuk turut serta dalam pencarian korban, ada yang menggunakan perahu juga ada yang menyisir di bibir sungai Bengawan Solo.

 

Sumber : www.muhammadiyah.or.id

Kontributor : Bayu

Redaktur : Fauziah Mona

Berita Daerah

Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
(0561) 764571 - Faks. (0561) 764571
[email protected]
SOSIAL MEDIA
© Major Update 2017 - Dev. ICT UM PONTIANAK  
" carved with bare hand " - [email protected]